Apakah saya gila?

Coba sesekali, dirimu berjalan dan berhenti secara acak, terus coba lihat orang-orang disekelilingmu, niscaya kamu akan mendapati banyak orang gila dan bodoh disekitarmu. Di zaman sekarang definisi gila sudah bergeser dan multitafsir. Menurut orang-orang ahli hakikat dalam berbagai riwayat, orang gila adalah orang yang hidupnya berfondasikan pada dunia, bekerja keras untuk dunia dan berfoya-foya dengan dunia. Ada yang berpendapat, “orang gila adalah orang yang mencari keridhaan manusia dengan meniti kemurkaan Tuhan. Dan menurut saya pribadi gila itu adalah ketika orang yang tidak dapat membedakan antara ketidakwarasan dan kewarasannya baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Sebagian orang ada yang pura-pura bodoh untuk menyelamatkan diri dari cobaan dan ujian. Sebagian orang ada yang pura-pura bodoh untuk memperoleh kesempatan dan memperbaiki hidup. Diantara mereka ada yang pura-pura bodoh untuk mendapatkan kekayaan. Adapula orang yang berpura-pura gila padahal sehat akalnya. Kegilaan semacam ini punya banyak macam. Salah satunya seperti cerita dibawah ini dan semoga relevan.

Ada seorang lelaki bersumpah untuk tidak menikah sampai dia berkonsultasi dengan seratus orang. Dia telah berkonsultasi dengan 99 orang secara acak. Tinggal satu orang lagi yang perlu dia mintai pendapat. Dia keluar rumah untuk bertanya kepada orang yang pertama kali ditemuinya.

Pada saat itu, dia melihat orang gila yang memakai kalung dari tulang, mukanya hitam, menaiki  rotan seolah menaiki kuda dan membawa tombak. Lelaki tadi menyalami orang gila itu lalu menyatakan ingin bertanya. Orang gila itu berkata, “tanyakan apa yang penting. Tinggalkan pertanyaan yang tak perlu. Dan usah kau hiraukan tombok di ‘Kuda’ ini.”

Lelaki itu berkata, “demi Tuhan, dia gila.” Lalu dia berkata kepada orang gila itu, “aku lelaki yang beranggapan bahwa perempuan itu hanya menyulitkan. Makannya, aku bersumpah untuk tidak menikah, kecuali aku berkonsultasi dengan seratus orang dan engkau adalah orang yang keseratus.” Orang gila itu berkata, “ketahuilah! Perempuan itu ada tiga macam: pertama, baik untukmu (laka). Kedua, berbahaya bagimu (‘alaika). Ketiga, tidak baik untukmu dan juga tidak berbahaya bagimu.

Perempuan yang baik untukmu adalah perempuan terpuji yang tidak pernah disentuh pria. Dia perempuan baik untukmu dan tidak berbahaya buatmu. Jika perempuan itu lihat lelaki baik, dia memuji. Jika dia melihat lelaki buruk, dia berkata, ‘lelaki memang semacam itu.’

Adapun perempuan yang berbahaya bagimu dan tidak baik untukmu adalah perempuan yang punya anak dari selainmu. Dia perempuan yang membuka pakaian untuk lelaki lain dan bersetubuh untuk mendapatkan anak dari lelaki lain pula.

Adapun perempuan yang tidak baik untukmu dan tidak berbhaya bagimu adalah seorang janda. Jika dia melihat lelaki baik, dia mengatakan, ‘demikianlah seharusnya.’ Jika dia melihat lelaki buruk, dia merindukan suaminya yang pertama.

Lelaki itu lantas berkata, “engkaulah orang yang kucari selama ini! Apa yang mengubahmu menjadi seperti yang aku lihat sekarang?” orang gila itu berkata, “bukankah aku telah memberitahumu untuk tidak menanyakan perkara yang tidak perlu?” lelaki itu lalu bersumpah untuk tidak bertanya. Si gila kemudian berkata, “aku dipaksa menjadi qadhi. Lalu aku memilih menjadi apa yang kau lihat ini daripada menjadi qadhi.” Demi Tuhan Manusia. Ada yang lebih gila dariku yakni yang membeli dunia dengan agama.

Dari kisah diatas, saya jadi sedikit teringat perkataan dari Wahb bin Munabbih, beliau berkata jika “ anak adam itu diciptakan dalam kondisi bodoh. Seandainya bukan karena kebodohannya, niscaya dunia ini takkan membuatnya gembira.” Allah telah mengundamu ke negeri yang penuh kedamaian (surga), sedangkan engkau lebih memilih menetap di duniamu. Allah telah memperingatkanmu tentang musuhmu yang bernama setan, tapi engkau justru bersekutu dengannya sepanjang waktu. Allah memerintahkanmu melawan hawa nafsumu, tapi engkau malah merangkulnya sepanjang pagi dan sore. Maka kedunguan itu tidak lain adalah sifat yang ada dalam dirimu itu. Kita diciptakan untuk suatu amar. Jika kita tidak mempercayainya, berarti kita pandir. Jika kita mempercayainya saja tanpa takut (mendustainya), maka kita akan hancur.

-End, 11.11; Purwokerto, 9 Mei 2018 di Kamar tidurku-

Advertisements

7 Warna Ingus dan Maknanya bagi Kesehatan Anda

Kondisi kesehatan bisa terungkap lewat ingus yang Anda keluarkan. Mulai sekarang, jangan sepelekan warna ingus Anda. Berikut tanda bahaya dari warna ingus.

1. Ingus Bening Ingus bening masih dianggap normal. Namun menurut The Cleveland Clinic, ingus bening yang terus mengalir berlebihan bisa jadi tanda alergi atau sinyal bahwa Anda sebentar lagi akan terkena flu. Lendir jernih ini melindungi hidung Anda dari partikel membahayakan yang bertebaran di udara. Umumnya, ingus bening seperti ini mengandung protein, air, antibodi, dan garam.

2. Ingus Putih Cermati jika hidung Anda mengeluarkan ingus putih. Kemungkinan hidung Anda sedang tersumbat karena jaringan hidung yang bengkak dan teriritasi. Ingus seperti ini bisa saja berasal dari infeksi atau flu. Selain itu, akibat dari terlalu banyak makan produk susu, alergi, dan dehidrasi. Baca juga : Dikira Gejala Flu, Remaja di Florida Ternyata Idap Kanker Limfoma.

3. Ingus Kuning Curigai jika ingus Anda berwarna kuning. Ini tanda bahwa tubuh sedang mempertahankan diri supaya tetap sehat dari flu dan infeksi. Warna kuning tersebut berasal dari sel darah putih yang telah mati. Saat ingus seperti ini, Anda mungkin belum merasa perlu konsultasi ke dokter, tetap tubuh sudah mulai sakit.

4. Ingus Hijau Ingus yang seperti ini mengindikasikan bahwa ada yang tidak beres di tubuh dan sistem kekebalan tubuh Anda bekerja lebih keras. Di dalam lendir yang seperti ini, terdapat banyak sel darah putih yang mati dan kepingan sel lainnya. Apabila kondisi ingus masih seperti ini hingga lebih dari 12 hari, segera periksa ke dokter. Dikhawatirkan ada infeksi sinus. Baca juga : Benarkah Es Krim Bikin Anak Batuk dan Pilek?

5. Ingus Merah Ini tanda bahwa jaringan hidung Anda kering, terdapat kerusakan, atau teriritasi. Warna merahnya berasal dari darah.

6. Ingus Coklat Ini bisa jadi petunjuk bahwa Anda teriritasi dan terdampak polusi. Warna coklat ini bisa berasal dari darah yang mengering atau polutan. Namun, bila Anda batuk dan mengeluarkan lendir coklat, mungkin Anda menderita bronkitis.

7. Ingus Hitam Ingus hitam biasanya terjadi bila Anda menghirup asap. Namun bila Anda bukan perokok, segeralah periksa ke dokter karena mungkin Anda sedang mengalami infeksi jamur.

Sumber:https://sains.kompas.com/read/2018/03/24/200500423/7-warna-ingus-dan-maknanya-bagi-kesehatan-anda.

Surat untuk saya di masa depan.

IMG_20150421_092436[1]

pergantian usia saat 20 ke 21 di puncak gunung rinjani.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa yang akan datang, dimana saat usia 23 tahun ada banyak hal dipikiranku yang tidak bisa kuceritakan pada siapapun. Tapi jika kuceritakan dalam tulisan untuk diriku dimasa depan, aku percaya bahwa aku bisa melangkah maju kedepan dan mengungkapkan semuanya. Aku merasa putus asa, aku merasa ingin menangis dan aku merasa ingin menghilang.

Untuk diriku dimasa depan, hidup memang tidak selalu berjalan mulus bak kereta yang sedang melaju, terkadang hidup menemui kerikil kecil yang menghadang. Dan hidup tak melulu selalu berjalan datar terkadang menanjak hingga lutut ini seakan tidak mampu lagi untuk menopang beban yang sudah lama terpikul. Berbagai cobaan telah kita lalui bersama tertawa, sedih, bahagia, senang dan segala rasa yang telah aku rasakan dalam mengarungi hidup ini telah membawa hidup kita ke level yang membentukmu seperti sekarang. Diriku kau telah menjadi saksi atas segala yang telah aku lewati, maka izinkan aku untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang telah terjadi selama ini dan juga telah menemaniku hingga aku berada di fase yang dapat disebut sebagai dewasa.

Untuk diriku dimasa depan, aku yang dulu bukanlah seseorang yang sempurna, terkadang akupun merasa terpuruk dan menjadi manusia yang paling tidak berguna, namun berkat sokongan dari diriku sendiri dan tentu Tuhan sebagai sokongan terbesarku mampu membuatku untuk kembali bangkit dan menyongsong hari esok yang lebih baik lagi.

Kenangan buruk yang kita lewati bersama, biarlah berlalu bak kereta yang berlalu dengan cepat, yang hanya kita perlu lakukan adalah belajar dari apa yang telah kita perbuat. Hei diriku jangan ingat-ingat lagi yang telah lalu, kau sering mengajaku untuk melupakan sakitnya ambil pelajarannya, sekarang aku tahu apa yang benar-benar disebut sebagai belajar dari pengalaman. Untuk diriku dimasa depan kita pernah mendiskusikan hal serupa, kita sepakat untuk selalu berpikiran positif dan mengucap syukur atas apa yang terjadi hari demi hari bukan?

Dulu aku pernah bermimpi ingin menjadi seorang jurnalis. Entah kelak terwujud atau tidak, tapi yang pasti aku tau dan kita semua tau bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Kadang, hanya kadang, bisa jadi lebih baik. Aku rasa ada alasan kenapa aku bisa menjadi seperti sekarang ini, karena memang aku seharusnya berada disini, dalam hidupku dengan seorang perempuan yang sekarang menjadi bagian dari hidupku.

Untuk diriku dimasa depan, hatiku ini, hatiku yang cuman satu-satunya telah hancur berkali-kali. Kepada diriku yang berumur 23 tahun terimakasih, aku punya banyak hal untuk disampaikan. Sedangkan untuk diriku dimasa depan, jika kau terus mencari kau akan menemukan jawabannya tentang tempat dan tujuan yang harus diraih. Semua hal dalam hidup mempunyai tujuannya masing-masing, jadi kau harus berjuang dan meraih mimpimu. Janganlah menyerah dan janganlah menangis ketika kau merasa ingin menghilang, percayalah selalu dengan suara hatimu yang bisa menuntunmu.

Untuk diriku dimasa depan, entah bagaimana kita menjalani hidup, kita tidak dapat menghindarinya. Jadi hanya tersenyumlah dan hidup dengan sepenuh hati. Tulisan ini saya buat untuk saya di masa yang akan datang, dimana ketika saya sudah tersenyum mengingat kembali proses belajar yang sudah saya tempuh. Betapa kehidupan merupakan proses menjadi kupu-kupu.

1458122826139[1]

Perpisahan bersama teman-teman angkatan Ilmu Kelautan 2012.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, dimana saya melihat perjuangan, tantangan, kemalasan dan sekaligus juga semangat menggebu dalam mempelajari hal baru.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, bahwasanya sesuatu akan berlalu dan tidak ada yang tidak mungkin hingga semuanya sudah selesai dilaksanakan.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, dimana yang akan lebih menguatkan saya terhadap tantangan apapun, karena malu jika mulai mengeluh, malu dengan perjuangan yang sungguh luar biasa hingga tahap ini.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, ketika ada orang bertanya bagaimana perjalanan menggapai mimpi saya. Aku tahu mimpi itu tak terbatas. Namun aku hanya memilih segelintir dari sekian, fokus mengerjakan yang ada didepan mata dan berharap sampai  pada tujuan.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, apa jadinya manusia tanpa keinginan? Jika berkeinginan saja tak mampu, apakah mereka mampu berbuat sesuatu? Ini yang selalu kukatakan kepada diri sendiri; berkeinginanlah! Berbuatlah! Berdoalah! Bersabarlah! Percayalah!

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, daratan eropa menunggumu  untuk kamu jajaki. Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan!

Izinkan di sini aku hentikan tulisan. Saat titik terakhir pada kalimat disurat masa depan ini, aku berdoa semoga setitik fantasi di benakmu akan membawamu melangkah jauh, melihat dunia luas di luar Sana. Lalu dia juga akan mengantarkanmu pulang, menghadapkanmu pada realitas diri, mengajarkanmu untuk mengenali dirimu sendiri- yang begitu dekat dan lekat, tapi belum tentu kau kenali.

IMG_9061[1]

berkontemplasi di rumah pohon, Batu.

Kepada diriku dimasa depan yang membaca surat ini, aku harap kamu mendapatkan kebahagiaan melebihi saat aku berumur 23 tahun.

Selamat melangkah.

Coban tundo, coban terindah!

Di penghujung tahun 2017, saya dan anak kontrakan berencana main bareng, awalnya kami merencanakan untuk main ke sumber maron/sumber sirah (sejenis tempat pemandian umum yang sumber airnya dari mata air langsung) untuk mandi-mandi melepas penat sehabis minggu penuh ujian kuliah. Tepatnya hari selasa tanggal 26 desember 2017 saya dan anak kontrakan yang lainnya (berjumlah 4 orang) akhirnya berangkat menuju sumber maron tapi singkat cerita di tengah perjalanan kami memutuskan untuk berganti tujuan dikarenakan setelah melihat gambar di google ternyata tempatnya biasa-biasa saja. Binggung memutuskan tujuan kemana akhirnya salah seorang dari kami ada yang memberikan usul “coban tundo aja yuh”. Tanpa pikir panjang kamipun search di google dan GPS ke lokasi, dan ternyata tidak terlalu jauh hanya sekitar 2 jam perjalanan. Alhasil jadilah kami merubah destinasi ke coban tundo, coban yang saya sendiri asing dan baru mendengarnya pertama kali ketika itu. bermodal koneksi internet, niat, GPS, dan motor kamipun meluncur ke coban yang satu ini. Letak coban tundo ini di antara perbukitan kopi dan salak, tepatnya di daerah perbatasan antara kabupaten malang (dampit) dan lumajang. Nama tundo diambil karena coban ini terdiri dari 3 tingkatan coban yang kalo menurut bahasa warga lokal tundo itu artinya bertingkat-tingkat.

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò

foto bersama kami di coban ke-2 dari rangkaian coban tundo.

Perjalanan bermodal GPS menempuh waktu 3 jam (+nyasar diputer-puter karena ngikutin GPS), padahal jika sudah tau lokasinya, untuk ke coban tundo ini hanya memerlukan waktu 2 jam. Disitu saya belajar bahwa jangan percaya 100% dengan GPS!. Pepatah malu bertanya sesat dijalan masih berlaku ternyata. Setelah lelah nyasar sampai ke jalan tanah ditengah hutan, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada akamsi (anak kampung sini/warga lokal). Kali ini saya belajar lagi ternyata walaupun tanya dengan warga lokal tetap jangan percaya 100% dengan hanya 1 sumber informasi dari warga lokal, bisa jadi mereka juga buta arah alias nggak tau dan asal ngasih arahan. Buktinya kemarin waktu nanya sama warga lokal pertama, bukannya ketemu jalannya kamipun makin masuk kedalam jalan hutan dan pedesaan (nyasar). Hingga akhirnya kamipun tanya kembali ke seorang warga yang sedang panen salak (ketika itu memang sedang musim salak) arah menuju ke coban tundo.

IMG20171226110628

Letak coban ke 3 dari 3 rangkaian coban tundo ±30 menit turun ke bawah.

Niatnya bertanya eh malah dikasih salak 1 plastik besar (sekitar 5 kg) sama yang sedang panen, disana saya belajar bahwa ketika dalam perjalanan jangan sungkan berbaur dengan warga lokal, sebisa mungkin hilangkan stigma negatif yang ada dibenak kita. Warga lokal itu baik dengan kearifannya masing-masing. Ketika kami puas memakan salak kamipun tanya arah ke coban tundo, awalnya mereka tidak yakin bahwa kami akan ke coban tundo. Tak disangka ternyata salah seorang warga lokal malah menawarkan dirinya untuk menemani kami ke coban tundo, karena beberapa hal. Pesan dari setiap warga lokal yang kami tanyai jalan ke coban tundo ketika itu, “hati-hati ya main disana, disana angker, banyak ular, licin, dan sejuta stigma negatif lainnya”. Berhubung kami tidak tau cerita dibalik coban itu, akhirnya untuk mempersingkat waktu kami hanya berkata “ iya, makasih bu infonya”.

IMG20171226132311

Salak hasil pemberian dari warga lokal.

Singkat cerita kamipun melanjutkan perjalanan dengan dipandu oleh warga lokal ke coban yang satu ini, awalnya saya pikir jalannya pasti tidak terlalu buruk. Tapi ternyata, semua diluar dugaan dan nalar akal sehat saya, kami melewati jalan hutan yang hanya bisa dilewati satu motor dan kanan-kiri langsung berbatasan dengan jurang dan ternyata itu masih membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan menggunakan motor untuk mencapai coban tundo ini. Ketika melewati jalan hutan ini (naik-turun) tiba-tiba rem speda motor saya blong, iya blong karena cakram kepanasan digunakan tanpa henti untuk mengerem sepanjang perjalanan diperbukitan. Sayapun sedikit panik, karena hampir saja nyawa melayang karena terjatuh ke jurang.

IMG20171226105103

Akses jalan menuju ke coban tundo.

Ketika itu saya berfikir, “gila mau ke coban aja jalannya susah banget gini, awas aja kalo ternyata cobannya nggak bagus!”. Singkat cerita setelah menunggu rem normal (tidak blong) sayapun melanjutkan perjalanan ke coban lagi, sepanjang perjalanan pemandangannya sungguh indah, mulai dari perkebunan kopi hingga view pantai perawan dan samudra yang membentang luas bisa kita jumpai sebelum akhirnya sampai di coban tundo. Dan 1 kata buat coban ini, indah!!. Coban terindah yang pernah saya datangi selama di jawa timur. Rasa lelah dan mental yang terkuras terbayar lunas sudah dan ditambah bonus, ternyata ketika itu orang yang ada dicoban itu hanya kami, jadi berasa coban pribadi. Hahahah.

IMG20171226104854

View pantai perawan dan perkebunan kopi saat perjalanan menuju coban tundo.

Yang paling berkesan dari coban ini selain pemandangan selama perjalanan menuju ke coban ini ya gradasi warna dari cobannya. Gradasi warnanya? Uh, bagus banget, mirip gradasi warna danau segara anakan di rinjani waktu dilihat dari plawangan. Perpaduan antara, hijau, biru, coklat, dan bening. Coban yang paling saya rekomendasikan diantara coban yang lain didaerah malang dan sekitarnya, walaupun aksesnya sulit sekali. Memang terkadang yang indah itu perlu perjuangan lebih, tapi semua perjuangan itu sebanding kok menurut saya.

IMG20171226111603

Coban ke-2 dari 3 rangkaian yang membentuk coban tundo.

Setelah puas bermain kamipun memutuskan untuk menyudahi bermain di coban tundo. Hanya bermodalkan 50rb/org, kami bisa sampai ke coban ini dan puas bermain air disana, dimana 20rb untuk bensin PP, 10 rb untuk jasa guide, karena tidak mungkin kami bisa sampai disini jika tidak ada guide (tidak ada petunjuk jalan sama sekali), 10rb untuk jasa ojek waktu pulang (tanjakannya parah abis), 10rb untuk makan waktu pulang.

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò

Saya dan teman-teman bermain air di coban tundo.

Coban tundo yang paling indah!!!

Menyelam = Minum Alkohol?

Menyelam adalah kegiatan yang “memabukkan”. Anda yang pernah merasakan pasti tahu kalau ungkapan ini bukan sekedar kiasan belaka. Saat berada di kedalaman tertentu, diver bisa mengalami “nitrogen narcosis” yang efeknya mirip seperti menenggak minuman beralkohol. Untuk lebih lengkapnya, mari kita lihat penjelasan berikut.

Picture5

ilustrasi berdasarkan kedalaman.

Apa itu “nitrogen narcosis”?

Udara yang kita hirup sehari-hari mengandung nitrogen sebanyak 78%, oksigen 21%, dan campuran gas-gas lain sekitar 1%. Meski proporsinya paling besar, selama di darat nitrogen tidak memberi pengaruh apa-apa untuk tubuh. Berbeda dengan di air. Saat kita berada di kedalaman laut, tekanan gas nitrogen dalam badan bisa meningkat dan memberi semacam efek bius pada otak. Inilah yang disebut nitrogen narcosis.

Seperti apa gejalanya?

Menurut teori Meyer-Overton, ahli farmakologi dari Jerman, dalam tekanan air laut, gas nitrogen di badan penyelam bisa mengembang hingga menembus lapisan lemak otak dan menganggu sistem saraf. Begitu saraf otak terganggu, seseorang bisa mengalami kecemasan tanpa alasan, kehilangan memori jangka pendek, disorientasi, hilang fokus, gangguan koordinasi tubuh, halusinasi, dan bahkan euphoria atau rasa senang yang tak terkendali. Kalau dilihat dari gejalanya, orang yang terkena narcosis mirip seperti orang mabuk alkohol. Karena itu, ada juga kalangan diver mancanegara yang menyebut nitrogen narcosis sebagai martini effect, minuman keras yang terkenal sebagai koktail favorit James Bond.

Di kedalaman berapa orang bisa terkena nitrogen narcosis?

Ada sebuah anekdot yang mengatakan bahwa setiap penyelaman 10 meter sama dengan minum 1 gelas Martini. Tapi hal itu tidak sepenuhnya benar. Umumnya martini effect terjadi mulai di kedalaman 30 meter, dimana tekanan air laut sudah mencapai 2 ATM. Sekalipun begitu, penyelam di perairan yang lebih dangkal juga bisa mengalami gangguan serupa. Pasalnya, selain dipengaruhi oleh kedalaman dan tekanan air laut, nitrogen narcosis juga dipicu oleh kondisi badan yang tidak fit, kelelahan fisik dan mental, atau pengaruh alkohol serta obat-obatan yang diminum penyelam sebelum turun ke laut.

Apa bahayanya?

Pada dasarnya, nitrogen narcosis tidak membahayakan jiwa penyelam secara langsung. Namun demikian, gangguan ini tetap perlu diwaspadai karena bisa memunculkan foolish behaviour atau perilaku-perilaku yang tidak aman. Seperti sudah disebut di atas, penyelam yang mengalami narcosis bisa mengalami disorientasi, gangguan motorik, sampai halusinasi. Dalam kondisi seperti itu, penyelam sangat mungkin melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri ataupun buddy-nya. Bisa diibaratkan, penyelam yang terkena narcosis seperti orang mabuk yang menyetir mobil. Risiko dari setiap tindakannya bisa meningkat hingga beberapa kali lipat.

Bagaimana cara mengatasi/mencegah nitrogen narcosis?

Saat penyelam merasa seperti mabuk, bingung dan kehilangan fokus, langkah pertama yang harus diambil adalah ascending dan safety stop. Dengan berenang ke perairan yang lebih dangkal, narcosis akan berkurang dengan sendirinya sampai hilang sama sekali. Tapi mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, dan cara terbaik mencegah narcosis adalah membatasi kedalaman penyelaman. Kalaupun ingin mengeksplor lautan dalam, pastikan Anda sudah mempelajari skill penyelaman tingkat lanjut seperti Nitrox Diving, Deep Diving, atau Technical Diving di bawah pengawasan instruktur berpengalaman. Selain itu, Anda juga bisa mencegah nitrogen narcosis dengan menjaga kesehatan tubuh. Mulai dengan makan makanan bernutrisi bagus, olahraga teratur, serta menghindari konsumsi alkohol berlebihan. Dengan fisik yang prima, setiap penyelaman kita tentu bisa berjalan dengan aman dan nyaman.

Sumber : http://scubadiver.co.id/current-news/tips-and-trick/menyelam-minum-alkohol