Sekufu?

Apa itu sekufu??. Kenapa diusahakan sekufu??. Pemahaman orang awam kebanyakan sekufu itu lebih condong ke pasangan yang akan diajak menikah. Mungkin 2 pertanyaan mendasar itu yang awalnya muncul dibenakku. Dulu saya golongan orang yang bisa dibilang paling menentang pemahaman sekufu, sampai akhirnya setelah membaca, mencari tahu, dan mentelaah dari segala aspek ternyata selama ini saya salah besar. Terutama tentang menikah, yang seharusnya diusahakan sekufu. Dulu, menurut saya nikah sekufu itu buat apa sih? Rasis banget!.  Jika di tinjau dari asal dan makna katanya Kafaah atau sekufu adalah kesetaraan antara laki-laki atau perempuan dalam beberapa ketentuan dan perkara khusus. Syarat sekufu itu ada lima dan telah ditetapkan dan tersurat dalam suatu syair tunggal yaitu nasab, agama, profesi, atau pekerjaan, kemerdekaan, tidak ada cacat atau cela.

            Awal mula saya tahu istilah sekufu adalah ketika dulu dialog singkat dengan kakak saya yang akan menikah. Beliau salah satu orang yang menjunjung tinggi asas ke kufuan.

Saya: kak kenapa sih ngebet banget nikah sama dia (calon kakak ipar)?

Kakak: kakak udah kenal dia dan menurut kakak dia sekufu sama kakak dian.

Saya: halah, rasis banget sih. Taulah emang kalian dulu sama-sama 1 kader di ….

Kakak: bukan rasis ji, menikah itu banyak pertimbangannya, kenapa kakak mencari yang sekufu? Itu karena menurut kakak menikah itu ibadah yang paling lama selama kita hidup.

Kakak: sekufu itu hanya salah satu jalan yang menurut kakak mempermudah ibadah kita sama Allah.

Kakak: kalo sekufu setidaknya kita sudah mempunyai visi dan misi yang sama dalam hidup ini.

Saya: emang visi dan misi kak dian hidup itu apasih?

Kakak: menurut kakak, kita sebagai muslim bertanggung jawab untuk melahirkan generasi islam yang unggul, bagaimana caranya? Salah satunya dengan menikah yang sekufu sama kita, karena dengan begitu nantinya dasar-dasar pendidikan untuk anak kita udah nggak ribet lagi berdebat sana-sini. Nikah itu menyatukan 2 pikiran orang yang berbeda, kalo beda kufu pasti beda juga cara padangnya. Kalo beda cara pandangnya adanya ribet kedepannya, padahal nikah itu ibadah. Kenapa dibuat ribet kalo bisa dibuat simple?

Saya: halal pancen rasis kak awakmu, kader garis keras!

Setelah obrolan singkat tersebut akhirnya saya penasaran sendiri, hingga akhirnya setelah banyak membaca, melihat, mendengar, dan berdiskusi, sekarang saya bisa menerima dan memahami alasan dibalik itu semua. Karena setiap muslim itu ikut bertanggung jawab untuk melahirkan generasi penerus terbaik untuk umat islam. Seperti cerita idris dan ruqayyah yang melahirkan ulama besar sepanjang sejarah bernama syafi’i atau najmuddin dengan seorang gadis yang akhirnya melahirkan seorang pahlawan yang mengembalikan kaum muslimin ke baitul maqdis di palestina yang bernama shalahuddin al-ayyubi. Jika ditelaah kembali ternyata awalnya mereka menikah itu selain atas izin Allah tentunya, mereka juga mempertimbangkan sekufuan pasangannya. Dari  situ saya belajar bahwa nikah sekufu itu menurut saya pribadi penting. Tapi bukan wajib juga ya, diusahakan sebisa mungkin sekufu, kalau pun tidak bisa. Yaudahlah ya, sambil jalan pelan-pelan aja di sekufu kan gapapa, karena menurut saya dengan mencari pasangan yang sekufu kedepannya kita akan lebih mudah fokus beribadah dan mencetak generasi-generasi unggul.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s