Cold Eyes

1

Hwang Sang Jun & Ha Yoon Ju

Film ini menceritakan tentang pengintaian yang dilakukan oleh team pengintai terhadap para perampok bank. Cerita dimulai dengan scene di dalam sebuah kereta subway yang penuh sesak, berdirilah seorang wanita muda yang memiliki keahlian dalam mengingat semua hal yang dia lihat bernama Ha Yoon Ju dengan mata dan jarinya yang bergerak sambil  terus mengamati dengan ketelitian yang tinggi kepada orang-orang yang berada di sekitarnya dan di antara mereka, seorang pria tua yang tengah tertidur pulas, Hwang Sang Jun  pun menjadi sasaran utama intaiannya yang ternyata adalah seorang ketua tim pengintaian dari salah satu unit di Departemen Tidak Kejahatan Kepolisian Korea. Hwang membiarkan dirinya di intai oleh Yoon Ju karena dia ingin mengetes kemampuan Yoon Ju sebelum direkrut olehnya.

Di hari yang bersamaan dengan Yoon Joo menjalani tes, seorang pria misterius bernama James muncul dan sedang melakukan rencana perampokan disebuah bank. Dia seorang ketua organisasi perampokan. Dia merekrut orang-orang untuk bergabung ke organisasinya tersebut. Dia jugalah yang menyusun semua rencana perampokan, dia sangat ahli dalam memperhitungkan segala sesuatunya sehingga perampokan yang mereka lakukan selalu sukses. James bekerja pada orang misterius yang tidak diketahui identitasnya. Tokoh misterius tersebutlah yang selalu memberikannya tugas perampokan. Hari itu James diberikan tugas untuk merampok sebuah bank yang berlangsung selama tiga menit saja. Tidak hanya digambarkan memiliki otak yang cemerlang, James juga merupakan seorang pembunuh yang efisien dan terlatih. Setelah kejadian perampokan bank tersebut, mereka harus mengungkap kasus perampokan yg dilakukan oleh James dan anak buahnya. Pada awalnya tim khusus mengalami kesulitan karena perampokan dilakukan dengan sangat rapih dan sempurna, akan tetap detektif Hwang menemukan seorang pelaku yang tertangkap kamera, darisana dimulailah peyelidikan lanjutan. Dibawah komando detektif Hwang, tim khusus pengintaian pun bergerak.

Sepanjang film banyak aksi-aksi dan trik yang ditunjukkan tentang bagaimana sebuah pengintaian itu bekerja. Bagi yang suka film detektif-detektifan dan hobinya stalker, boleh banget nonton film ini. Di film ini bener-bener digambarkan bagaimana caranya melakukan pengintaian yang bagus banget. Storyline yang sangat bagus, terstruktur dan detail. Karakterisasi tiap pemain pun sangat kuat, dijamin kamu akan puas dan tidak pernah bosan menonton film yang berdurasi 2 jam ini. Kamu juga kan dibuat ikut deg-degan ketika mereka sedang dalam pengintaian. Pengambilan gambar dan editing yang sangat bagus. Karena adegan pengintaian banyak dilakukan di jalan dan melibatkan banyak pemain sehingga pergantian antara satu pemain ke pemain lainnya sangat cepat.

Advertisements

96

a

Ram dan Janaki.

Saya pribadi tidak  terlalu suka film india karena banyak nyanyi-nyanyi gak jelasnya, dan yang bisa membuat saya suka pada film india jika kualitas ceritanya bagus. Bagi saya pribadi, salah satu tipikal film india itu, kalo nggak bagus banget pasti jelek banget. Biasanya film India yang bagus itu jika ceritanya Relatable dan bersinggungan dengan kejadian nyata sehari-hari, contohnya PK, 3 Idiot, dkk. Termasuk film yang satu ini, judulnya simple banget sih menurutku. 96, ya, hanya angka saja. Saya awalnya binggung dan tertarik dengan judulnya yang simple dan terkesan misterius. Ternyata setelah nonton filmnya bagus dan recommended banget, 8/10 menurut saya. Dan ternyata 96 ini merupakan tahun angkatan kelulusan. Judul yang jenius menurut saya pribadi. Film yang cukup lama durasinya hampir 3 jam, tapi dijamin gak bosenin karena tema ceritanya yang sering bersinggungan dengan kehidupan nyata kita.

Film ini dibuka dengan cerita seorang fotografer freelance bernama Ram yang merangkap sebagai pengajar fotografi juga. Suatu hari dia ingin mengunjungi daerah asalnya semasa kecil terutama sekolahnya saat masih kecil. Ketika dia sampai di sekolah semasa kecilnya, kenangan-kenangan dulu muncul secara perlahan, tentang persahabatan and cinta. Singkat cerita karena Ram rindu dengan sahabat-sahabatnya semasa sekolah dulu dia memutuskan menelfon salah satu temannya semasa sekolah dulu, setelah mereka saling bercerita, singkat cerita akhirnya mereka memutuskan untuk membuat grup whatsapp dan akan mengadakan reuni setelah 22 tahun berpisah. Disanalah awal mulai kilas balik cerita antara Ram dan cinta pertamanya.

Kata orang cinta pertama itu mimpi yang mengukir kenangan, seperti kisah antara Ram dengan seorang wanita bernama Janaki Devi, layaknya cinta monyet sewaktu kecil pada umumnya, bisa di bilang mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Waktu reuni yang telah disepakati tiba, ternyata tidak disangka-sangka banyak yang datang dan hampir semuanya datang, termasuk Janaki, cinta pertamanya Ram. Ram yang mengetahui hal itu tiba-tiba menjadi salah tingkah dan kenangan-kenangan masa lalunya bersama Janki muncul satu per satu. Singkat cerita pertemuan mereka terjadi secara akward, dikarenakan masing-masing dari mereka ternyata masih menyimpan rasa selama ini dan juga karena cinta mereka dulu putus ditengah jalan tanpa kejelasan, jika zaman sekarang mungkin namanya cinta dalam diam. Terus ini film menariknya apa? Menariknya adalah keika flashback dan disana kejujuran-kejujuranpun terungkap satu per satu hanya dalam satu malam.

Ketika berdiskusi waktu reuni, Janaki mengetahui jika ternyata Ram belum menikah, sedangkan Janaki sudah menikah dan mempunyai anak. Ketika ditanya oleh Janaki Ram binggung menjawabnya dan cenderung menghindar. Janaki pun penasaran kenapa Ram belum menikah, disaat itulah kejujuran-kejujuran terungkap satu per satu. Ram memilih untuk tidak menikah karena dia hanya cinta dengan satu wanita selama 22 tahun dan itu Janaki, ketika dia tahu jika ternyata itu ada penyelasan dari diri Janaki karena sudah menikah. Sedangkan Janaki, walaupun dia sudah menikah tapi ternyata cinta dan sayangnya hanya kepada Ram. Aneh bukan? Ya begitulah wanita dan kenyataan realnya terkadang seperti itu, fisik dan hatinya bisa berbeda, walaupun sudah menikah. Endingnya bagaimana? Silahkan dilihat saja ya. Saya pribadi seperti bercermin ketika melihat film ini, karena saya pernah mengalaminya dan posisi saya saat ini seperti Ram. Ngenes? Tenang, saya sudah ikhlas kok. Cuman lucu aja kalo diinget-inget sekarang. Film ini menarik dan layak untuk ditonton, selain kisahnya yang menurut saya sering terjadi di kehidupan nyata, alurnya pun rapih dan menarik.

Mantan memang alumni hati yang suatu saat akan reuni kembali tapi ingat, reuni itu cuma untuk bertemu kembali bukan untuk bersama kembali. Teruntuk seseorang disana, karena aku sayang kamu. Aku harus melihat kamu bahagia. Meskipun kamu bahagianya sama orang lain, bukan sama aku. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Disini ada hati yang selalu dengan tulus menyayangi kamu.

Berjuang itu. . .

Pernah saya bertemu orang yang hidupnya terbiasa ditempa dan diuji. Jadi saat kesulitan datang, mungkin bagi manusia rata-rata itu petaka. Namun, bagi dia, itu layaknya hari-hari biasa. Mungkin kita mulai di garis “start” yang berbeda.

Salah satu sahabat Rasul yang saya kagumi adalah Thariq ibn Ziyad, dia salah satu komandan perang umat islam yang telah mengukirkan namanya di selat dua benua, dia yang sudah mengajarkan bahwa semakin besar taruhan, semakin dahsyat potensi diri yang akan terkinetikkan.  Ya kalo ingin sukses besar, perbesar tantangannya, sesimple itu. Jika dalam bahasa Sun Tzu, “jika musuh kalah, terkepung, dan frustasi, berikanlah celah untuk melarikan diri”. Kenapa? Karena membiarkan mereka terkepung adalah kesalahan besar. Mereka hanya akan memilih diantara dua pilihan: menang atau mati. Dan itu, membahayakan. Jangankan itu, contoh realnya saja, pejuang Indonesia yang berhasil mengusir penjajah pun semboyannya “merdeka atau mati” dan kita bisa menikmati dan melihat hasilnya sekarang.

Jadi jangan takut untuk bercita-cita besar dan sukses. Seperti salah satu lirik lagu nasyid yang saya suka dari Shoutul Harokah yang berjudul gelombang keadilan.

Takkan surut walau selangkah

Takkan henti walau sejenak

Cita kami hidup mulia

Atau syahid mendapat surga

Bercerita tentang kesuksesan kita harus bisa mengambil pelajaran dari setiap kegagalan dan memahami pergiliran. Jika dalam istilah orang jawa ada namanya “Cakra Manggilingan”, roda yang terus berputar. Sesekali kita akan diatas dan sesekali kita mungkin dibawah. Sedikit menyinggung sebuah kisah yang amat terkenal juga ketika zaman Rasul SAW, tepatnya saat perang Uhud. Kisahnya sangat mahsyur ketika itu benar adanya manusia diajarkan pelajaran berharga dari sebuah musibah. Disana dipisahkan antara yang sejati dengan yang buih. Terbukalah semua kepalsuan, terpisahlah antara mukmin sejati dengan munafiq. Itulah sunatullah, seperti layaknya ketika kita ingin memisahkan antara emas dengan lumpur dalam goyangan-goyangan yang berkecipak di air.

Ada lagi satu kisah yang menarik buat saya pribadi. Seorang presiden yang terpilih di usia 52 tahun. Sebelum menjadi seorang presiden dia mengalami banyak kegagalan. Sebut saja kegagalan-kegagalan itu diantaranya gagal berbisnis di usia 22 dan 25 tahun, ditinggal mati istrinya di usia 26 tahun, menderita peyakit syaraf di usia 27 tahun, kalah di pencalonan anggota kongres di usia 34, 37, dan 39 tahun, kalah dipencalonan anggota senat di usia 46 dan 49 tahun, sebelum akhirnya terpilih menjadi presiden di usia ke 52 tahun. Siapakah dia? Dialah Abraham Lincoln, seseorang yang bukan muslim tapi bisa setegar itu menghadapi kegagalan-kegagalan hidupnya, jika dia saja bisa, seharusnya kita umat islam lebih bisa. Kenapa? Modal keyakinan kita berbeda sebagai umat islam. Abe berfikiran jauh, tetapi tidak melewati batasan-batasan dunia. Dia berfikir menjadi pelayan seluruh masyarakat Amerika ketika masih menjadi pelayan toko. Jauh, tinggi, diatas tempat dia berada sekarang.

Saya jadi ingat perkataan seorang kawan kala itu, “Ji, Jangan pernah menghentikan perjuangan. Sedetik pun dan jangan pernah berkompromi dengan keputusasaan, karena akan melemahkan jalan serta menghambat tercapai tujuan. Ingatlah bahwa jalan perjuangan adalah jalan yang penuh rintangan dan pengorbanan. Berjuang bukan hanya mencapai tujuan, tapi bagaimana proses itu dilakukan. Bukan dengan tergesa-gesa tetapi juga bukan dengan berhati-hati.”

Landasan kita sebagai umat islam salah satunya sudah tertulis dalam Al-Qur’an tepatnya pada surat At-Taubah ayat 38 (silahkan dibuka dan baca sendiri). Itulah salah satu yang membuat orang-orang islam berlomba-lomba dalam kebaikan dan tidak  mudah putus asa (seharusnya), hanya saja kenyataannya kebanyakan manusia terutama generasi muda sekarang gampang berputus asa. Terkadang suka sedih ketika baca berita, isinya pasti ada saja hal-hal negatif, seperti gagal baru sekali terus langsung bunuh diri. Semudah itukah hidup dan mati kita? Selemah itukah semangat kita dalam menghadapi tantangan zaman sekarang? Padahal yang namanya ujian itu kemestian, tetapi hasilnya tergantung bagaimana kita berfikir dan bertindak. Itu sudah Sunatullahnya dan tertulis dalam salah satu ayat di Al-Qur’an, tepatnya surat Al-Ankabuut ayat 2 (silahkan dibuka dan baca sendiri). Layaknya hujan yang jatuh ke bumi, dia tahu rasanya jatuh berkali-kali tapi tetap hujan itu akan terus kembali ke bumi. Ah sudahlah, sudah terlalu panjang tulisan beropini ini. Saya cukupkan sekian untuk opini kali ini.

I want to eat your pancreas (kimi No Suizou Wo Tabetai)

a

Salah satu scene dalam film.

Film ini berawal dengan scene seorang laki-laki bernama Shiga haruki yang secara kebetulan menemukan dan membaca sebuah jurnal harian yang berisi cerita tentang penyakit seseorang. Penyakit siapa? Penyakit seorang perempuan yang bernama Sakura Yamauchi yang ternyata adalah teman sekelasnya. Sakura mengatakan bahwa dia menderita penyakit pankreas, dan hidupnya tidak akan lebih lama dari setahun pada buku harian itu. Sakura meminta Shiga untuk menjaga rahasia itu. Karena jika kabar tentang Sakura itu tersebar, maka teman-teman Sakura akan panik luar biasa. Hal yang lumrah terjadi sebab Sakura adalah gadis yang populer di sekolah.

Shiga menyetujuinya karena memang dia adalah seorang yang cenderung tertutup, bertolak belakang dengan Sakura yang ceria dan terbuka. Mulai dari sana merekapun mulai dekat dan suatu hari Shiga menyarankan Sakura untuk menikmati sisa hidupnya. Sakura menyetujuinya dam saat itulah dimulai petualangan bersama mereka untuk menjalani segala sesuatu yang ingin Sakura lakukan sebelum dia meninggal. Lalu si perempuan ini pun membuat bucket list perihal apa saja yang ingin dilakukannya sebelum dia meninggal. Bermain bowling, jalan-jalan ke suatu tempat, karaoke, bermain true or dare, dll. Mereka paling sering melakukan permainan true or dare. Suatu ketika saat sedang bermain true or dare Shiga tidak sengaja menemukan segudang obat-obatan yang harus Sakura minum selama ini untuk menunjang hidupnya, diapun bertanya pada Sakura, “Apa itu Hidup?”, Sakura yang cenderung easy going dan kurang serius sedikit kesulitan dalam menjawab pertanyaan tersebut. Dia menjawab hidup adalah ketika kita mampu mengerakan hati seseorang. Seperti menyukai seseorang, menerima seseorang, membenci seseorang, merasa senang bersama seseorang. Menggenggam tangan seseorang. Itulah hidup. Jika kamu sendirian kamu takkan mengerti keberadaanmu. Hubungan antar manusia adalah bukti tentang hidup. Shiga terdiam seketika dengan jawaban Sakura tersebut, dia banyak belajar periha menyikapi hidup dari Sakura.

Jika kalian sudah melihat Shigatsu wa Kimi no Uso dan Ano Hana (Rekomendasi banget dua film tersebut). akan melihat sedikit kemiripan cerita karena keduanya mengangkat premis yang sama yaitu tentang lelaki-introvert-dan-pemalu-yang-bertemu-gadis-ceria-dan-aktif-kemudian-hidup-mereka-pun-berubah. Selain itu, kedua gadis itu pun pada akhirnya juga akan meninggal. Walaupun keduanya memiliki premis yang sama, namun isi keduanya berbeda.

Tidak lama dari kejadian itu, tepatnya ketika bucket listnya sudah jalan setengah akhirnya, Sakura tumbang dan masuk rumah sakit dengan kondisi fisik yang perlahan-lahan semakin melemah. Sakura harus melakukan pemeriksaan dikarenakan kondisinya yang sedikit memburuk. Sakura pun berjanji bahwa di musim berikutnya dia dan Shiga akan pergi tamasya berikutnya, namun takdir berkata lain. Setelah Sakura pulih dan ingin bertemu dengan Shiga untuk pergi bertamasya, disitulah dia menghembuskan nafas terakhirnya. Pasti kalian berfikir kalau Sakura meninggal dikarenakan penyakit pankreasnya yang kambuh bukan? Salah Besar! Dia meninggal dikarenakan di tikam oleh seseorang ketika ia ingin bertemu dengan Shiga di sebuah restoran, sampai ketika Shiga menuju perjalanan pulang ia mendengar berita bahwa Yamauchi Sakura telah di tikam dan meninggal dikarenakan kehabisan darah.

Pasca Kematiannya, Sakura meninggalkan buku hariannya untuk dibaca oleh Shiga. Disana berisi catatan harian Sakura dan Shiga selama menyelesaikan bucket listnya. Salah satu part yang paling saya suka adalah ketika Sakura menceritakan dari awal pertemuan mereka, dia menuliskan alasan kenapa dia memilih Shiga di sisa hidupnya, tentang pilihan yang telah kamu pilih sejauh ini, dan pilihan yang telah aku pilih selama ini. Itu adalah kumpulan dari pilihan yang telah kita pilih. Itulah yang membuat kita bersama. Itulah alasan mengapa kita berada di sini.

Sakura Yamauchi layaknya bunga sakura yang  menunggu mekar pada waktu yang tepat (musim semi) dan Shiga Haruki nama yang sama untuk musim semi, musim mekarnya bunga sakura. Mungkin selama hidupnya mereka sudah ditakdirkan untuk saling menunggu, seperti saling terikat. Namun hubungan mereka bukanlah sahabat atau cinta; tapi lebih dari itu. Bisa dibilang, hubungan mereka itu hubungan yang platonis. Mereka saling berlawanan, namun mereka juga saling berhadapan. Mereka berbeda, namun mereka juga saling membutuhkan.

Konon, pada mulanya dua manusia yang saling mencintai diciptakan berpasangan dalam tubuh yang sama dengan dua kepala, dua leher, dua badan, dua pasang tangan, dua pasang kaki, dan seterusnya, tetapi hanya dikaruniai satu hati, satu jiwa. Plato menyebut konsep ini sebagai “belahan jiwa”. Dua manusia berbagi masing-masing setengah jiwa untuk satu dan lainnya. Suatu hari, karena takdir tertentu yang tak terjelaskan mereka harus saling berpisah. Namun, sejauh apapun mereka berpisah, jiwa mereka akan saling “memanggil”, saling mengirimkan sinyal untuk saling mendekat satu sama lain. Dan kelak-bila mereka mengikuti panggilan itu, mereka akan bertemu kembali untuk saling mengutuhkan jiwa masing-masing yang sebelumnya terbagi. Mungkin itu gambaran besar pesan yang tersirat dari film ini.

pilihan yang telah kamu pilih sejauh ini, dan pilihan yang telah aku pilih selama ini. Itu adalah kumpulan dari pilihan yang telah kita pilih. Itulah yang membuat kita bersama. Itulah alasan mengapa kita berada di sini.

Brother of the Year

1

Imajinasi Jane memiliki kakak laki-laki Chut.

Ceritanya berawal dengan memperkenalkan dua karakter utama pasangan kakak beradik, chut sebagai  kakak dan jane sebagai adiknya. Ketika masih kecil, awalnya Chut tampak bahagia ketika akan mempunyai adik, dia berharap adiknya seorang laki-laki agar bisa diajak bermain bersama. Namun, semuanya berubah ketika terlahir ternyata adiknya adalah seorang wanita. Mereka memiliki karakteristik yang saling bertolak belakang satu dengan yang lain. Jika Jane adalah sosok yang teratur dan perfeksionis maka Chut adalah seseorang yang ingin melakukan segala hal sesuai dengan kehendak hatinya. Karena awalnya Chut ingin mempunyai adik laki-laki makanya Jane terdidik oleh kakaknya menjadi pribadi yang sedikit tomboy dan cenderung seperti laki, walaupun ketika dewasa Jane sudah berubah tampak lebih condong kembali ke fitrahnya sebagai wanita. Sejak kecil keduanya tidak pernah akur dan saling menggoda satu sama lain. Sebagai kakak laki-laki, Chut mempunyai kebiasaan untuk mengganggu laki-laki yang coba mendekati adiknya bahkan hingga mereka sudah dewasa.

2

Wajah Kebebasan Chut ditinggal Jane ke Jepang.

Suatu ketika mereka berdua memutuskan merantau jauh dari orang tua ke Bangkok. Kemudian orang tuanya mencarikan mereka rumah untuk tinggal bersama dirumah tersebut. Konflik disini mulai muncul. Chut yang merasa menjadi kakak dan bebas melakukan apapun sesukanya harus bentrok dengan Jane yang sifatnya mirip ibunya. Sebagai adik Jane merasa Hanya dia satu-satunya yang mau mengerjakan pekerjaan di seluruh rumah dan menjaga kakaknya. Kakaknya memiliki kebiasaan suka bersantai, meletakkan barang sembarangan dan jorok. Suatu hari Jane memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Jepang, Chut merasa begitu bahagia karena merasa tidak ada lagi sosok yang mengatur dan merecoki kehidupannya. Kebahagiaan itu, sayangnya, tidak berlangsung lama. Empat tahun setelah meninggalkan Bangkok, Jane kembali hadir dalam kehidupan Chut. Disini mulai lagi gesekan-gesekan konflik antar kakak beradik tersebut. Kehidupan Chut kembali diteror karena Chut anaknya berantakan, berbanding terbalik dengan adiknya yang sangat benci dengan sesuatu yang berantakan. Suatu hari Jane diterima di sebuah perusahaan yang bosnya merupakan keturunan Jepang dan Thailand. Jane dekat dengan bos tersebut, Moji. Jane dan Moji menjalin asmara dan sampai suatu ketika Jane akan menikah dengan orang Jepang, Moji dan memutuskan untuk pindah ke Jepang. Namun itu semua tidak semudah membalikkan tangan, Chut tidak setuju hubungan antara Jane dengan Moji.

3

Awal  kisah cinta Jane dan Moji.

Pertikaian antar saudara tidak terelakkan terus terjadi antara keduanya dan berlangsung semakin intens akibat ketidak setujuan Chut atas hubungan romansa adiknya tersebut. Keduanya saling egois layaknya saudara dan tidak ingin mengalah, Jane menganggap, Chut tidak ikut berkontribusi sedikitpun dalam mengurus rumah kontrakan mereka. Jangankan hal-hal sepele semacam mencuci peralatan makan yang kotor atau mengganti bola lampu yang padam, urusan bayar sewa pun ditangani oleh Jane. Beranjak dari permasalahan tersebut – sekaligus akumulasi dari masa lalu keduanya. Chut merasa sebagai kakak dan mewakili ayahnya dia berhak mengatur hidup Jane dan menentukannya. Disini diceritakan ayah Jane dan Chut adalah orang Prancis, mereka sudah ditinggal oleh ayahnya ketika mereka masih kecil (Ditinggal kabur). Dalam upaya putus asa, Chut melakukan segala hal konyol untuk menggagalkan pernikahan adiknya dengan Moji. Dari meminta mahar yang besar, melakukan hal-hal yang tidak sopan di hadapan orang tua Moji, sampai tidak menghadiri pernikahan adiknya tersebut..

4

Momen ketika pernikahan Jane dan Moji.

Akhirnya puncaknya adalah ketika Chut memutuskan hubungan persaudaraan dengan Jane dan tidak hadir pada pernikahan jane, serta tidak mengontak jane selama beberapa tahun setelahnya pasca pernikahan Jane, hal ini karena Chut sangat marah dengan sikap Jane. Sampai Hal ini membuat Chut harus belajar menjaga dirinya sendiri dan hidup sendiri tanpa adiknya. Hidup Chut digambarkan berantakan, mulai dari dipecat dari tempat kerja, tidak dapat pekerjaan sesuai keahliannya, hingga tempat tinggal yang tidak jelas (Chut diusir oleh Jane, karena secara yang bayar dan melunasi rumah itu adalah Jane). Chut semakin marah dengan Jane karena dia tahu ternyata tempat kerja Chut yang sekarang atas bantuan dari Jane sehingga dia bisa diterima disana. Ditambah lagi setelah Chut diusir dari rumah yang ditinggali mereka berdua, ternyata setelah pernikahan Jane, dia memberikan rumah itu kepada Chut secara sukarela sebelum pindah ke Jepang. Chut merasa dirinya dihina oleh adiknya sebagai seorang kakak dan laki-laki tentunya.

5

Jane, Moji, dan Chut.

Akhirnya? Silahkan tonton saja filmnya, menurut saya bagus dan layak ditonton. Apalagi bersama dengan kakak / adik. Isu keluarga sangat  kuat dalam film Brother of The Year, cerita yang sederhana bisa menjadi sangat istimewa karena mengena di hati dan relatable dengan kehidupan nyata (yang punya saudara pasti mengerti rasanya). Brother of the Year menyadarkan pentingnya komunikasi dalam suatu hubungan dan menegaskan bahwa bagaimanapun juga, keluarga adalah harga paling berharga yang bisa dimiliki oleh seseorang. Tidak peduli seberapa kerasnya persaingan antar saudara, seberapa irinya kita kepada saudara yang lebih dielu-elukan, seberapa bencinya kita kepada saudara yang tidak memenuhi kriteria ‘ideal’, dan seberapa seringnya pertengkaran terjadi, rasa cinta itu pasti ada. Hanya terkadang, kita tidak menyadarinya atau terlalu gengsi untuk mengakuinya.

6

Jane dan Chut.

Menjadi anak keberapa itu kita tidak bisa memillih. Terkadang situasi dan kondisi memaksa kita tanpa memperdulikan lagi masalah suka dan tidak suka untuk kita bisa melakukan sesuai dengan tugas kita sebagai anak.