Partner Hidup

Ada ongkos yang tidak bisa dilihat dengan nominal. saya sering menyebutnya “buying experiences“. Sama halnya dengan barang-barang dihidup kita, terkadang ada barang-barang yang udah lama banget dan terkesan old tapi masih kita pakai dan kita simpan, entah alasanya apa semacam ada ikatannya. Mungkin banyak orang menyebutnya dengan nama ‘kenangan’ tapi saya lebih suka menyebutnya ‘partner hidup’. Setiap orang pasti punya barang-barang yang berkontribusi dalam hidupnya, tak terkecuali saya. Dan sekarang saya akan menuliskan sedikit tentang barang-barang yang memegang peran penting dalam hidup saya terutama selama berkuliah.

Kacamata

IMG20180204113310

Iya, ini adalah item yang paling penting dalam hidup saya, sejak kelas 1 SMP-Sekarang, lebih tepatnya. Selama kuliah 5 tahun lebih di malang saya sudah berganti 3x kacamata dan (-) pun terus bertambah. Bagi yang tidak tahu mata saya (-) 1,75 (kanan) dan silinder 1,5 (kiri). Jika tidak ada benda ini entah apalah jadinya hidup saya. Benda yang bisa membuat saya panic sejadi-jadinya ketika tidak berada di dekat saya. Ini benda sudah menjadi ½ dari hidup saya. Saya tanpa kacamata = cacat. Sudah bayak sekali petualangan yang sudah saya habiskan bersama kacamata ini. Kacamata yang diatas itu yang paling sering saya ajak berpetualang ke alam, bukan karena itu kacamata khusus untuk di alam tapi lebih kepada cerita dibaliknya.

Sepeda

IMG20180204113407

Namanya trouw, artinya setia dalam bahasa belanda. Dia partner pertama saya di malang. Kurang lebih sudah menemani saya selama kuliah dan berkegiatan di Malang. Banyak banget kenanangan yang sudah terbentuk dengan sepeda satu ini, dari kecelakaan, traveling, menolong orang, dll. Kendaraan pertama yang saya beli dengan uang hasil keringat saya sendiri. Sudah sejauh 9.125 KM (minimal) jarak yang sudah saya tempuh bersama si trouw, sayangnya sebentar lagi saya dan trouw akan berpisah karena tidak mungkin saya bawa ke purwokerto jadi trouw akan saya hibahkan ke seseorang di Malang.

Jam tangan

IMG20180204113631

Sejak berkuliah dan ditinggal oleh orang yang paling saya sayangi dalam hidup, saya jadi sangat menghargai waktu. Bagi saya waktu itu sangat special dan harus dijaga banget. Dan sejak saat itu setiap kali saya di moment bergharga atau moment penting dalam hidup saya, saya akan mengabadikan moment itu dengan membeli sebuah jam tangan, tidak perlu mahal yang penting fungsinya dan saya suka.

Satunya jam outdoor, jam yang sudah menemani saya di setiap petualagan saya, baik itu ketinggian ataupun kedalaman. Jam pertama yang saya beli dengan uang hasil keringat sendiri, walaupun sudah rusak disana-sini tapi akan tetap saya simpan sampai kapanpun.

Satunya jam casual, dulu beli jam ini karena untuk perayaan dari pencapaian penghasilan tertinggi selama dengan keringat sendiri, sekitar 1,5jt ketika itu, memang bukan jumlah yang banyak, tapi setidaknya itu hasil keringat sendri. Dan jam ini merupakan simbolik untuk perayaan dari pencapaian itu. dibeli waktu kuliah semester 9.

Al-Qur’an

IMG20180204113757

Perjumpaan saya dengan al-qur’an ini bisa dibilang tidak sengaja. Cerita awalnya, al-qur’an ini dibeli untuk perpustakaan SMK tempat ayah saya mengajar. Ketika itu masih baru, sekitar awal masuk SMA seingatku dan sejak itu al-qur’an inipun sudah menemani saya kemanapun saya berada, baik di ketinggian ataupun di laut. Kurang lebih sudah sekitar 8 tahun menemani perjalanan hidup saya.

Kura-kura Brazilian

IMG20160608182014

Entah kelak masih hidup atau tidak, tapi setidaknya ketika tulisan ini dibuat dia masih hidup dan saya masih berusaha untuk terus merawatnya semaksimal mungkin. Namanya nobita umurnya sekitar 1 tahun lebih, kura-kura pemberian dari seseorang yang spesial. Hewan peliharaan keempat saya. Oh iya, sebelum nobita aslinya ada 3 saudaranya yang lain. Ada sora, giant, suneo (kura-kura dengan spesies yang sama). Tapi sayangnya ketika tulisan ini dibuat mereka bertiga sudah meninggal. Sora meninggal karena sakit paru-paru, giant meninggal karena sakit, dan suneo ketika meninggal saya tidak berada didekatnya, karena ketika itu saya sedang bertualang dan teman saya yang menemukan dan mengabari bahwa suneo meninggal #sedih.

Jaket

1493906181917

Namanya fallbrook, jaket pertama yang saya beli dengan uang hasil keringat sendiri. Jaket yang selalu menemani setiap petualangan saya, baik darat maupun laut. Kata orang ini mirip jaket gojek, padahal sebelum gojek tenar ini jaket sudah ada -_-. Jaket yang saya pakai khusus untuk trip-trip jarak jauh, selain nyaman jaket ini juga hangat dan tahan hujan, sudah terbukti selama ini.

Celana

IMG20171203194553

Kata orang sebagian besar kenangan perjalanan kita yang berharga adalah kenangan-kenangan yang dialami sambil duduk. Namanya haku singkatan untuk hijau tai kuda. Iyap, karena warnanya yang hijau mirip tai kuda. Ini celana paling spesial karena telah menyelamatkan nyawa saya ketika pendakian di rinjani. Saat itu ketika perjalanan pulang ke basecamp setelah summit attack, saya tergelincir dan hampir jatuh ke jurang, untungnya ketika itu si haku menyelamatkan saya dengan mengorbankan bagian bokong nyangkut ke batang pepohonan sehingga mencegah saya meluncur dengan bebas ke jurang ketika itu. efeknya bagian bokong dari haku robek parah dan sudah tidak bisa terselamatkan. Walaupun sekarang sudah pensiun tapi jasamu abadi haku!.

Advertisements

Apakah saya gila?

Coba sesekali, dirimu berjalan dan berhenti secara acak, terus coba lihat orang-orang disekelilingmu, niscaya kamu akan mendapati banyak orang gila dan bodoh disekitarmu. Di zaman sekarang definisi gila sudah bergeser dan multitafsir. Menurut orang-orang ahli hakikat dalam berbagai riwayat, orang gila adalah orang yang hidupnya berfondasikan pada dunia, bekerja keras untuk dunia dan berfoya-foya dengan dunia. Ada yang berpendapat, “orang gila adalah orang yang mencari keridhaan manusia dengan meniti kemurkaan Tuhan. Dan menurut saya pribadi gila itu adalah ketika orang yang tidak dapat membedakan antara ketidakwarasan dan kewarasannya baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Sebagian orang ada yang pura-pura bodoh untuk menyelamatkan diri dari cobaan dan ujian. Sebagian orang ada yang pura-pura bodoh untuk memperoleh kesempatan dan memperbaiki hidup. Diantara mereka ada yang pura-pura bodoh untuk mendapatkan kekayaan. Adapula orang yang berpura-pura gila padahal sehat akalnya. Kegilaan semacam ini punya banyak macam. Salah satunya seperti cerita dibawah ini dan semoga relevan.

Ada seorang lelaki bersumpah untuk tidak menikah sampai dia berkonsultasi dengan seratus orang. Dia telah berkonsultasi dengan 99 orang secara acak. Tinggal satu orang lagi yang perlu dia mintai pendapat. Dia keluar rumah untuk bertanya kepada orang yang pertama kali ditemuinya.

Pada saat itu, dia melihat orang gila yang memakai kalung dari tulang, mukanya hitam, menaiki  rotan seolah menaiki kuda dan membawa tombak. Lelaki tadi menyalami orang gila itu lalu menyatakan ingin bertanya. Orang gila itu berkata, “tanyakan apa yang penting. Tinggalkan pertanyaan yang tak perlu. Dan usah kau hiraukan tombok di ‘Kuda’ ini.”

Lelaki itu berkata, “demi Tuhan, dia gila.” Lalu dia berkata kepada orang gila itu, “aku lelaki yang beranggapan bahwa perempuan itu hanya menyulitkan. Makannya, aku bersumpah untuk tidak menikah, kecuali aku berkonsultasi dengan seratus orang dan engkau adalah orang yang keseratus.” Orang gila itu berkata, “ketahuilah! Perempuan itu ada tiga macam: pertama, baik untukmu (laka). Kedua, berbahaya bagimu (‘alaika). Ketiga, tidak baik untukmu dan juga tidak berbahaya bagimu.

Perempuan yang baik untukmu adalah perempuan terpuji yang tidak pernah disentuh pria. Dia perempuan baik untukmu dan tidak berbahaya buatmu. Jika perempuan itu lihat lelaki baik, dia memuji. Jika dia melihat lelaki buruk, dia berkata, ‘lelaki memang semacam itu.’

Adapun perempuan yang berbahaya bagimu dan tidak baik untukmu adalah perempuan yang punya anak dari selainmu. Dia perempuan yang membuka pakaian untuk lelaki lain dan bersetubuh untuk mendapatkan anak dari lelaki lain pula.

Adapun perempuan yang tidak baik untukmu dan tidak berbhaya bagimu adalah seorang janda. Jika dia melihat lelaki baik, dia mengatakan, ‘demikianlah seharusnya.’ Jika dia melihat lelaki buruk, dia merindukan suaminya yang pertama.

Lelaki itu lantas berkata, “engkaulah orang yang kucari selama ini! Apa yang mengubahmu menjadi seperti yang aku lihat sekarang?” orang gila itu berkata, “bukankah aku telah memberitahumu untuk tidak menanyakan perkara yang tidak perlu?” lelaki itu lalu bersumpah untuk tidak bertanya. Si gila kemudian berkata, “aku dipaksa menjadi qadhi. Lalu aku memilih menjadi apa yang kau lihat ini daripada menjadi qadhi.” Demi Tuhan Manusia. Ada yang lebih gila dariku yakni yang membeli dunia dengan agama.

Dari kisah diatas, saya jadi sedikit teringat perkataan dari Wahb bin Munabbih, beliau berkata jika “ anak adam itu diciptakan dalam kondisi bodoh. Seandainya bukan karena kebodohannya, niscaya dunia ini takkan membuatnya gembira.” Allah telah mengundamu ke negeri yang penuh kedamaian (surga), sedangkan engkau lebih memilih menetap di duniamu. Allah telah memperingatkanmu tentang musuhmu yang bernama setan, tapi engkau justru bersekutu dengannya sepanjang waktu. Allah memerintahkanmu melawan hawa nafsumu, tapi engkau malah merangkulnya sepanjang pagi dan sore. Maka kedunguan itu tidak lain adalah sifat yang ada dalam dirimu itu. Kita diciptakan untuk suatu amar. Jika kita tidak mempercayainya, berarti kita pandir. Jika kita mempercayainya saja tanpa takut (mendustainya), maka kita akan hancur.

-End, 11.11; Purwokerto, 9 Mei 2018 di Kamar tidurku-

7 Warna Ingus dan Maknanya bagi Kesehatan Anda

Kondisi kesehatan bisa terungkap lewat ingus yang Anda keluarkan. Mulai sekarang, jangan sepelekan warna ingus Anda. Berikut tanda bahaya dari warna ingus.

1. Ingus Bening Ingus bening masih dianggap normal. Namun menurut The Cleveland Clinic, ingus bening yang terus mengalir berlebihan bisa jadi tanda alergi atau sinyal bahwa Anda sebentar lagi akan terkena flu. Lendir jernih ini melindungi hidung Anda dari partikel membahayakan yang bertebaran di udara. Umumnya, ingus bening seperti ini mengandung protein, air, antibodi, dan garam.

2. Ingus Putih Cermati jika hidung Anda mengeluarkan ingus putih. Kemungkinan hidung Anda sedang tersumbat karena jaringan hidung yang bengkak dan teriritasi. Ingus seperti ini bisa saja berasal dari infeksi atau flu. Selain itu, akibat dari terlalu banyak makan produk susu, alergi, dan dehidrasi. Baca juga : Dikira Gejala Flu, Remaja di Florida Ternyata Idap Kanker Limfoma.

3. Ingus Kuning Curigai jika ingus Anda berwarna kuning. Ini tanda bahwa tubuh sedang mempertahankan diri supaya tetap sehat dari flu dan infeksi. Warna kuning tersebut berasal dari sel darah putih yang telah mati. Saat ingus seperti ini, Anda mungkin belum merasa perlu konsultasi ke dokter, tetap tubuh sudah mulai sakit.

4. Ingus Hijau Ingus yang seperti ini mengindikasikan bahwa ada yang tidak beres di tubuh dan sistem kekebalan tubuh Anda bekerja lebih keras. Di dalam lendir yang seperti ini, terdapat banyak sel darah putih yang mati dan kepingan sel lainnya. Apabila kondisi ingus masih seperti ini hingga lebih dari 12 hari, segera periksa ke dokter. Dikhawatirkan ada infeksi sinus. Baca juga : Benarkah Es Krim Bikin Anak Batuk dan Pilek?

5. Ingus Merah Ini tanda bahwa jaringan hidung Anda kering, terdapat kerusakan, atau teriritasi. Warna merahnya berasal dari darah.

6. Ingus Coklat Ini bisa jadi petunjuk bahwa Anda teriritasi dan terdampak polusi. Warna coklat ini bisa berasal dari darah yang mengering atau polutan. Namun, bila Anda batuk dan mengeluarkan lendir coklat, mungkin Anda menderita bronkitis.

7. Ingus Hitam Ingus hitam biasanya terjadi bila Anda menghirup asap. Namun bila Anda bukan perokok, segeralah periksa ke dokter karena mungkin Anda sedang mengalami infeksi jamur.

Sumber:https://sains.kompas.com/read/2018/03/24/200500423/7-warna-ingus-dan-maknanya-bagi-kesehatan-anda.

Surat untuk saya di masa depan.

IMG_20150421_092436[1]

pergantian usia saat 20 ke 21 di puncak gunung rinjani.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa yang akan datang, dimana saat usia 23 tahun ada banyak hal dipikiranku yang tidak bisa kuceritakan pada siapapun. Tapi jika kuceritakan dalam tulisan untuk diriku dimasa depan, aku percaya bahwa aku bisa melangkah maju kedepan dan mengungkapkan semuanya. Aku merasa putus asa, aku merasa ingin menangis dan aku merasa ingin menghilang.

Untuk diriku dimasa depan, hidup memang tidak selalu berjalan mulus bak kereta yang sedang melaju, terkadang hidup menemui kerikil kecil yang menghadang. Dan hidup tak melulu selalu berjalan datar terkadang menanjak hingga lutut ini seakan tidak mampu lagi untuk menopang beban yang sudah lama terpikul. Berbagai cobaan telah kita lalui bersama tertawa, sedih, bahagia, senang dan segala rasa yang telah aku rasakan dalam mengarungi hidup ini telah membawa hidup kita ke level yang membentukmu seperti sekarang. Diriku kau telah menjadi saksi atas segala yang telah aku lewati, maka izinkan aku untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang telah terjadi selama ini dan juga telah menemaniku hingga aku berada di fase yang dapat disebut sebagai dewasa.

Untuk diriku dimasa depan, aku yang dulu bukanlah seseorang yang sempurna, terkadang akupun merasa terpuruk dan menjadi manusia yang paling tidak berguna, namun berkat sokongan dari diriku sendiri dan tentu Tuhan sebagai sokongan terbesarku mampu membuatku untuk kembali bangkit dan menyongsong hari esok yang lebih baik lagi.

Kenangan buruk yang kita lewati bersama, biarlah berlalu bak kereta yang berlalu dengan cepat, yang hanya kita perlu lakukan adalah belajar dari apa yang telah kita perbuat. Hei diriku jangan ingat-ingat lagi yang telah lalu, kau sering mengajaku untuk melupakan sakitnya ambil pelajarannya, sekarang aku tahu apa yang benar-benar disebut sebagai belajar dari pengalaman. Untuk diriku dimasa depan kita pernah mendiskusikan hal serupa, kita sepakat untuk selalu berpikiran positif dan mengucap syukur atas apa yang terjadi hari demi hari bukan?

Dulu aku pernah bermimpi ingin menjadi seorang jurnalis. Entah kelak terwujud atau tidak, tapi yang pasti aku tau dan kita semua tau bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Kadang, hanya kadang, bisa jadi lebih baik. Aku rasa ada alasan kenapa aku bisa menjadi seperti sekarang ini, karena memang aku seharusnya berada disini, dalam hidupku dengan seorang perempuan yang sekarang menjadi bagian dari hidupku.

Untuk diriku dimasa depan, hatiku ini, hatiku yang cuman satu-satunya telah hancur berkali-kali. Kepada diriku yang berumur 23 tahun terimakasih, aku punya banyak hal untuk disampaikan. Sedangkan untuk diriku dimasa depan, jika kau terus mencari kau akan menemukan jawabannya tentang tempat dan tujuan yang harus diraih. Semua hal dalam hidup mempunyai tujuannya masing-masing, jadi kau harus berjuang dan meraih mimpimu. Janganlah menyerah dan janganlah menangis ketika kau merasa ingin menghilang, percayalah selalu dengan suara hatimu yang bisa menuntunmu.

Untuk diriku dimasa depan, entah bagaimana kita menjalani hidup, kita tidak dapat menghindarinya. Jadi hanya tersenyumlah dan hidup dengan sepenuh hati. Tulisan ini saya buat untuk saya di masa yang akan datang, dimana ketika saya sudah tersenyum mengingat kembali proses belajar yang sudah saya tempuh. Betapa kehidupan merupakan proses menjadi kupu-kupu.

1458122826139[1]

Perpisahan bersama teman-teman angkatan Ilmu Kelautan 2012.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, dimana saya melihat perjuangan, tantangan, kemalasan dan sekaligus juga semangat menggebu dalam mempelajari hal baru.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, bahwasanya sesuatu akan berlalu dan tidak ada yang tidak mungkin hingga semuanya sudah selesai dilaksanakan.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, dimana yang akan lebih menguatkan saya terhadap tantangan apapun, karena malu jika mulai mengeluh, malu dengan perjuangan yang sungguh luar biasa hingga tahap ini.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, ketika ada orang bertanya bagaimana perjalanan menggapai mimpi saya. Aku tahu mimpi itu tak terbatas. Namun aku hanya memilih segelintir dari sekian, fokus mengerjakan yang ada didepan mata dan berharap sampai  pada tujuan.

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, apa jadinya manusia tanpa keinginan? Jika berkeinginan saja tak mampu, apakah mereka mampu berbuat sesuatu? Ini yang selalu kukatakan kepada diri sendiri; berkeinginanlah! Berbuatlah! Berdoalah! Bersabarlah! Percayalah!

Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan, daratan eropa menunggumu  untuk kamu jajaki. Tulisan ini saya buat untuk saya di masa depan!

Izinkan di sini aku hentikan tulisan. Saat titik terakhir pada kalimat disurat masa depan ini, aku berdoa semoga setitik fantasi di benakmu akan membawamu melangkah jauh, melihat dunia luas di luar Sana. Lalu dia juga akan mengantarkanmu pulang, menghadapkanmu pada realitas diri, mengajarkanmu untuk mengenali dirimu sendiri- yang begitu dekat dan lekat, tapi belum tentu kau kenali.

IMG_9061[1]

berkontemplasi di rumah pohon, Batu.

Kepada diriku dimasa depan yang membaca surat ini, aku harap kamu mendapatkan kebahagiaan melebihi saat aku berumur 23 tahun.

Selamat melangkah.

Coban tundo, coban terindah!

Di penghujung tahun 2017, saya dan anak kontrakan berencana main bareng, awalnya kami merencanakan untuk main ke sumber maron/sumber sirah (sejenis tempat pemandian umum yang sumber airnya dari mata air langsung) untuk mandi-mandi melepas penat sehabis minggu penuh ujian kuliah. Tepatnya hari selasa tanggal 26 desember 2017 saya dan anak kontrakan yang lainnya (berjumlah 4 orang) akhirnya berangkat menuju sumber maron tapi singkat cerita di tengah perjalanan kami memutuskan untuk berganti tujuan dikarenakan setelah melihat gambar di google ternyata tempatnya biasa-biasa saja. Binggung memutuskan tujuan kemana akhirnya salah seorang dari kami ada yang memberikan usul “coban tundo aja yuh”. Tanpa pikir panjang kamipun search di google dan GPS ke lokasi, dan ternyata tidak terlalu jauh hanya sekitar 2 jam perjalanan. Alhasil jadilah kami merubah destinasi ke coban tundo, coban yang saya sendiri asing dan baru mendengarnya pertama kali ketika itu. bermodal koneksi internet, niat, GPS, dan motor kamipun meluncur ke coban yang satu ini. Letak coban tundo ini di antara perbukitan kopi dan salak, tepatnya di daerah perbatasan antara kabupaten malang (dampit) dan lumajang. Nama tundo diambil karena coban ini terdiri dari 3 tingkatan coban yang kalo menurut bahasa warga lokal tundo itu artinya bertingkat-tingkat.

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò

foto bersama kami di coban ke-2 dari rangkaian coban tundo.

Perjalanan bermodal GPS menempuh waktu 3 jam (+nyasar diputer-puter karena ngikutin GPS), padahal jika sudah tau lokasinya, untuk ke coban tundo ini hanya memerlukan waktu 2 jam. Disitu saya belajar bahwa jangan percaya 100% dengan GPS!. Pepatah malu bertanya sesat dijalan masih berlaku ternyata. Setelah lelah nyasar sampai ke jalan tanah ditengah hutan, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada akamsi (anak kampung sini/warga lokal). Kali ini saya belajar lagi ternyata walaupun tanya dengan warga lokal tetap jangan percaya 100% dengan hanya 1 sumber informasi dari warga lokal, bisa jadi mereka juga buta arah alias nggak tau dan asal ngasih arahan. Buktinya kemarin waktu nanya sama warga lokal pertama, bukannya ketemu jalannya kamipun makin masuk kedalam jalan hutan dan pedesaan (nyasar). Hingga akhirnya kamipun tanya kembali ke seorang warga yang sedang panen salak (ketika itu memang sedang musim salak) arah menuju ke coban tundo.

IMG20171226110628

Letak coban ke 3 dari 3 rangkaian coban tundo ±30 menit turun ke bawah.

Niatnya bertanya eh malah dikasih salak 1 plastik besar (sekitar 5 kg) sama yang sedang panen, disana saya belajar bahwa ketika dalam perjalanan jangan sungkan berbaur dengan warga lokal, sebisa mungkin hilangkan stigma negatif yang ada dibenak kita. Warga lokal itu baik dengan kearifannya masing-masing. Ketika kami puas memakan salak kamipun tanya arah ke coban tundo, awalnya mereka tidak yakin bahwa kami akan ke coban tundo. Tak disangka ternyata salah seorang warga lokal malah menawarkan dirinya untuk menemani kami ke coban tundo, karena beberapa hal. Pesan dari setiap warga lokal yang kami tanyai jalan ke coban tundo ketika itu, “hati-hati ya main disana, disana angker, banyak ular, licin, dan sejuta stigma negatif lainnya”. Berhubung kami tidak tau cerita dibalik coban itu, akhirnya untuk mempersingkat waktu kami hanya berkata “ iya, makasih bu infonya”.

IMG20171226132311

Salak hasil pemberian dari warga lokal.

Singkat cerita kamipun melanjutkan perjalanan dengan dipandu oleh warga lokal ke coban yang satu ini, awalnya saya pikir jalannya pasti tidak terlalu buruk. Tapi ternyata, semua diluar dugaan dan nalar akal sehat saya, kami melewati jalan hutan yang hanya bisa dilewati satu motor dan kanan-kiri langsung berbatasan dengan jurang dan ternyata itu masih membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan menggunakan motor untuk mencapai coban tundo ini. Ketika melewati jalan hutan ini (naik-turun) tiba-tiba rem speda motor saya blong, iya blong karena cakram kepanasan digunakan tanpa henti untuk mengerem sepanjang perjalanan diperbukitan. Sayapun sedikit panik, karena hampir saja nyawa melayang karena terjatuh ke jurang.

IMG20171226105103

Akses jalan menuju ke coban tundo.

Ketika itu saya berfikir, “gila mau ke coban aja jalannya susah banget gini, awas aja kalo ternyata cobannya nggak bagus!”. Singkat cerita setelah menunggu rem normal (tidak blong) sayapun melanjutkan perjalanan ke coban lagi, sepanjang perjalanan pemandangannya sungguh indah, mulai dari perkebunan kopi hingga view pantai perawan dan samudra yang membentang luas bisa kita jumpai sebelum akhirnya sampai di coban tundo. Dan 1 kata buat coban ini, indah!!. Coban terindah yang pernah saya datangi selama di jawa timur. Rasa lelah dan mental yang terkuras terbayar lunas sudah dan ditambah bonus, ternyata ketika itu orang yang ada dicoban itu hanya kami, jadi berasa coban pribadi. Hahahah.

IMG20171226104854

View pantai perawan dan perkebunan kopi saat perjalanan menuju coban tundo.

Yang paling berkesan dari coban ini selain pemandangan selama perjalanan menuju ke coban ini ya gradasi warna dari cobannya. Gradasi warnanya? Uh, bagus banget, mirip gradasi warna danau segara anakan di rinjani waktu dilihat dari plawangan. Perpaduan antara, hijau, biru, coklat, dan bening. Coban yang paling saya rekomendasikan diantara coban yang lain didaerah malang dan sekitarnya, walaupun aksesnya sulit sekali. Memang terkadang yang indah itu perlu perjuangan lebih, tapi semua perjuangan itu sebanding kok menurut saya.

IMG20171226111603

Coban ke-2 dari 3 rangkaian yang membentuk coban tundo.

Setelah puas bermain kamipun memutuskan untuk menyudahi bermain di coban tundo. Hanya bermodalkan 50rb/org, kami bisa sampai ke coban ini dan puas bermain air disana, dimana 20rb untuk bensin PP, 10 rb untuk jasa guide, karena tidak mungkin kami bisa sampai disini jika tidak ada guide (tidak ada petunjuk jalan sama sekali), 10rb untuk jasa ojek waktu pulang (tanjakannya parah abis), 10rb untuk makan waktu pulang.

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò

Saya dan teman-teman bermain air di coban tundo.

Coban tundo yang paling indah!!!