Surat untuk Areska ketika jenuh.

IMG_8853

Ka, kali ini aku mau bercerita tentang titik jenuh. Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh ka. Kelak kamu pasti akan mengalaminya juga. Dan ketika kamu mengalami itu, tanyakan kembali pada dirimu, “Untuk apa dulu kamu memulainya?”. Jenuh menyerang siapa saja ya, baik itu muda ataupun tua. Yang berbeda adalah mau dibawa kemana titik jenuh itu. Sebagian membawanya pada sebuah akhir, sebagian yang lain memilih bertahan dan memperbaikinya. Menurutku pilihan kedua itulah yang terbaik sejauh ini ka.

Jenuh juga berkaitan dengan ekspketasi ka, seiring usia aku semakin belajar ka bahwa ketika jenuh melanda kuncinya bertahan dan perbaiki karena jenuh itu pasti, tapi bagaimana cara kita mengolahnya itu pilihan. Jenuh bisa menyerang pada semua aspek kehidupan ka, entah itu hobi, makanan, minuman, hubungan, ataupun cinta. Ya, perihal yang terakhir, cinta. Suatu hari nanti kamu akan sampai pada titik ini juga ka.

Cinta? Sejauh yang aku tahu, cinta itu menguatkan. Cinta tak harus memiliki. Awalnya aku tidak mengerti bagaimana mengartikan kalimat ini ka. Namun belakangan aku belajar. Bila kita mencintai seseorang, itu memang hak kita. Namun kita tidak bisa menuntut orang yang kita cintai untuk memiliki rasa yang sama. Saya belajar hal tersebut dari orang-orang disekitar saya ka, ada yang mempunyai kesempatan meninggalkan tapi memilih menetap dan belajar memperbaiki, dilain sisi ada yang memilih meninggalkan dan enggan untuk memperbaiki. Itu semua pilihan ka. Tanyakan kepada dirimu ketika dihadapkan pada pilihan tersebut, mampukah kalian melewati masa-masa jenuh dan bosan itu bersama atau justru kalian akan menyerah kalah dan mencari cinta baru dengan kadar yang lebih tinggi?

Jenuh itu hal biasa kok, yang luar biasa adalah bagaimana cara kalian mencoba bertahan di dalam sebuah hubungan. Untuk bertahan erat kaitannya dengan komitmen ka. Tanpa komitmen, apa yang kamu harapkan dan cita-citakan tak akan pernah terwujud. Karena itulah, belajarlah lebih dahulu untuk membuat komitmen dan menepatinya sebelum kamu mulai melangkah. Jenuh itu pasti, tapi bertahan? Itu sebuah pilihan ka.

-End, 21.00-

Advertisements

Surat untukmu.

dsc_0316

Dan untuk pertama kalinya, akupun menyerah. Menyerah mengejar dan mempertahankanmu. Hal yang akhirnya kusadari, adalah kakiku ternyata masih belum bisa bisa beranjak masuk ke berandamu. Meski sudah mencoba berputar kearah lain. Namun langkahku seolah terpatri di situ. Di hatimu, yang sudah dimiliki orang lain. Meninggalkan pelataranmu yang tak lagi membuka pintu. Kurasa memang salahku. Hingga akhirnya kita terjebak pada  kondisi yang membuatmu bimbang. Begitupun aku, aku terlalu pengecut untuk membuat kepastian. Hingga akhirnya kubiarkan kita berada dalam antara. Dan sayangnya, dari situlah setiap kecewa bermula.

Ketika awal mengenalmu, aku tetapkan dalam hatiku, “jika memang nanti, kamu memilih pergi. Setidaknya aku sudah belajar jatuh hati.” Asal kamu tahu, kepadamu aku jatuh hati sejatuh-jatuhnya. Sekarang dari dirimu, aku merasakan patah hati sepatah-patahnya. Aku masih mengingatmu dengan jelas. Tapi bukan untuk kembali berharap. Yang kulakukan sekarang adalah meletakkan bayangmu ditempat yang semestinya.

Bintang pernah menjadi tempatku bercerita dan bersajak untukmu. Aku juga pernah menyusun rasi yang membentuk namamu. Berharap kamu yang ratusan kilometer di sana, melihatnya juga. Tak banyak yang kuharapkan. Hanya waktu untuk bersama. Jika mungkin menyatukan rasa. Tapi kini, malam sudah berbeda. Kamu sudah memilih untuk pergi. Menapak jalan yang lebih pasti. Aku mencoba mengerti, aku mundur, perlahan berhenti.

Melupakan memang bukan perkara yang mudah. Terlebih jika yang harus dilupakan adalah sesuatu yang bermakna. Yang bisa kulakukan kini, hanyalah berdo’a agar kamu selalu bahagia. Meskipun kamu masih belum sepenuhnya bisa kulupa. Pada akhirnya kamu memang harus kulepaskan. Meskipun aku melawan rasa ketidakrelaan. Membiarkan waktu membungkus cerita yang kubayangkan dalam kenangan.

Aku juga punya rasa. Aku punya harapan agar kita bisa bersama. Aku punya angan tentang kita. Namun aku juga harus sadar. Aku mungkin mencintaimu teramat dalam. Namun aku tak bisa memaksamu memiliki rasa yang sama. Mungkin kamu mencintai seseorang sangat dalam, namun sayangnya itu bukan aku. Seseorang yang sedang bersamamu, aku yakin dia orang yang baik. Sebab kamu pun begitu. Terlepas dari segala masa lalu yang kita punya, aku benar-benar ingin melihatmu bahagia. Aku masih mengingatmu dengan jelas, tapi bukan untuk kembali berharap. Folder otak kita tidak menyediakan tombol delete untuk menghapus seseorang yang pernah ada. Yang kulakukan sekarang adalah meletakkan bayangmu ditempat yang semestinya.

Ya, aku berharap kita masih bisa saling menyapa. Atau malah saling mengenalkan. Buka untuk pamer mana yang lebih baik. Tapi untuk menjaga pertemanan. Karena membenci itu sama sekali tidak ada gunanya. Kini, dengan segenap hati. Meski masih ada sesak di hati. Kamu, aku lepaskan. Lagi pula, sebanyak apapun aku berharap, sudah tidak ada gunanya, kan? Sekarang, ada hati yang tengah menjagamu, pula sedang kamu usahakan menjaganya. Kalau sudah begitu, aku bisa apa? Lagi pula, kamu terlihat bahagia.

Mungkin memang sudah waktunya untuk kita selesaikan kisah yang memang sudah tak lagi ada. Hal terpenting buatku sekarang adalah bahagia. Meskipun tanpamu dan tanpa orang special yang menemaniku. Karena bahagia itu diciptakan, bukan ditemukan. Memang  butuh waktu, butuh rasa sakit. Butuh jatuh. Terkadang butuh patah hati yang hebat untuk menyadari sampai mana hati ini kuat dan akhirnya aku bisa bangkit lagi.

Setelah semua rasa yang terpendam akhirnya berani aku ungkapkan. Ku kira semuanya akan berjalan lebih baik sesuai dengan apa yang aku bayangkan. Padahal kita tinggal menjalani saja semuanya dengan kebahagiaan. Tapi semuanya malah jadi berantakan.  Sebab aku yang tak bisa menjagamu, menjaga hubungan kita. Aku sering bertanya. Kenapa ada cinta bila tidak untuk bersama? Kenapa lebih susah lupa ketika ingin melupakan? Dan kenapa harus kamu? Dan kenapa-kenapa yang lain. Namun perlahan aku mulai belajar. Cinta. Memanglah perasaan hati yang siapa saja bisa merasakannya. Namun, kisahnya tidak selalu menghadirkan akhir yang sama. Tidak semua cinta dapat berujung pada indahnya bersama. Ada cinta yang hadir sebagai ujian, agar kita belajar menjadi lebih kuat dan lebih tegar dalam perjalanan. Cinta tidak pernah benar-benar datang untuk melemahkan. Sejauh yang aku tahu, cinta itu menguatkan. Cinta tak harus memiliki. Awalnya aku tidak mengerti bagaimana mengartikan kalimat ini. Namun belakangan aku juga tahu. Bila kita mencintai seseorang, itu memang hak kita. Namun kita tidak bisa menuntut orang yang kita cintai untuk memiliki rasa yang sama. Sama seperti aku yang pada akhirnya tidak bisa memaksamau untuk tetap tinggal. Sebab kamu juga berhak untuk mencintai seseorang yang bukan aku. Dalam hal ini, dia. Yang menurutmu bisa membuatmu bahagia. Dan kelihatannya memang seperti itu.

Aku belajar bahwa, mati-matian berusaha melupakan adalah hal yang sia-sia. Menurutku kenangan itu memang bukan untuk dilupakan. Sepahit apapun itu. Terlebih lagi, masa lalu adalah hal-hal yang pada akhirnya membentuk diri kita sekarang. Aku masih tidak tahu mengapa tuhan memilih kamu sebagai orang yang pada akhirnya mengajariku tentang sesuatu hal. Entah apa yang tuhan rencanakan pada kita. Namun aku yakin, selalu ada kebaikan di balik rencana-Nya. Maka dari itu aku tidak akan membencimu. Sebab bagaimanapun dari kamu, aku pernah merasakan kebahagiaan. Perasaanku sudah semakin membaik sekarang.  Yah mungkin selama ini aku banyak terluka karena terlalu keras menolak. Padahal sebenarnya aku hanya harus menerima.

Dan kamu.

Aku memilih mengkristalkan ingatanku tentangmu dalam bentuk seperti ini. Dalam deretan kalimat yang kudapatkan dari sisa-sisa perasaan. Meskipun dengan menuliskan tentangmu artinya adalah memanggil semua ingatan dan mengorek kembali luka. Namun aku merasa, ini cara terbaik untuk mengurai semuanya.

Hanya semoga yang ini bisa aku berikan.

Semoga, apapun yang kamu jalani nanti, kamu selalu bahagia. Semoga apapun yang kamu pilih nanti, itu adalah yang terbaik bagimu. Semoga, meskipun “kita” sudah tak ada lagi, tak pernah ada benci.

Sejak awal aku menuliskan semua ini, rasa-rasanya aku belum pernah sekalipun menyebut namamu. Inginnya untuk kalimat terakhir ini aku menyelipkan namamu. Tapi, agar menjaga nama baikmu, aku akan menuliskan saja inisialmu.

Terimakasih sudah pernah hadir di hidupku.

Teruntuk kamu.

A~

The Extraordinary Journey of the Fakir

a

Pertemuan pertama Aja dan Marie di toko IKEA.

Sebuah film India yang bersetting di beberapa negara. Film ini bergenre comedy-adventure, cocok buat kalian yang menyukai film dengan setting tempat yang berganti-ganti Negara dengan cepat. Film dimulai dengan seorang pria yang bernama Ajatashatru Lavash Patel aka Aja seorang fakir yang menjalani semua hidup di lingkungan kecil di daerah Mumbai. Karena berstatus sebagai seorang fakir, maka kehidupan yang dijalani oleh Aja penuh dengan kekurangan. Bahkan teramat sederhana untuk ukuran seorang fakir. Namun begitu, Aja tetap mampu bertahan melalui hari-harinya dengan mengandalkan sedekah dari orang-orang. Aja terlahir dari seorang ibu yang dizinai orang Prancis, lahirlah dia dan ketika lahir ayahnya sudah kembali ke negara asal, tinggal dia bersama ibunya yang tegar dan mereka bertahan hidup dengan bekerja di laundry. Aja merupakan seorang pesulap jalanan dan penipu yang membuat orang-orang percaya bahwa dia mempunyai kekuatan sihir khusus.

Cerita kemudian berlanjut ketika kematian ibu Aja, karena sejak kecil Aja penasaran dengan sosok ayahnya diapun memulai perjalanan untuk menemukan ayahnya yang ada di kota Paris, Prancis dengan uang kertas 100 euro palsu. Di sana, Aja bertemu dengan seorang wanita yang bernama Marie Riviere yang pada awalnya Aja menipunya, akan tetapi dengan cepat Aja tertarik terhadap kepribadian dari Marie Riviere. Hingga akhirnya Aja  jatuh cinta dengan Marie, gadis Amerika yang ditemuinya di toko IKEA. Hingga suatu ketika Aja dan Marie berjanji untuk bertemu malam hari di menara Eiffiel.

Nasib sial menimpa Aja, malam hari sebelum pertemuan dengan Marie rupanya Aja terbawa dalam lemari ke Barcelona ketika sedang istirahat, maka cinta mereka kandas sementara. Aja selanjutnya mengalami serangkaian petualangan yang luas di seluruh dunia yang berawal dalam sebuah lemari IKEA, selanjutnya sebuah koper Louis Vuitton dan balon udara menuju Tripoli, Libya, saat sedang dikejar oleh sopir taksi di Paris yang bernama Gustave Palourde yang ingin membuatnya keluar. Sepanjang perjalanan Aja berteman dengan seorang pria asal Sudan yang bernama Wiraj. Wiraj merupakan seorang imigran gelap yang Aja temui di sebuah truk sayuran.

Menonton film ini kita bisa ‘berpergian’ ke bebepara tempat indah di berbagai negara. kita dapat melihat Indahnya Italia, megahnya Spanyol, romantisnya Prancis dan kumuhnya India dalam satu film. Recommended untuk kalian yang menyukai film sarat akan petualangan.

Kata orang, “Manusia melakukan petualangan ke penjuru dunia untuk mencari apa yang ia idam-idamkan. Hingga akhirnya ia kembali pulang dan menemukan yang ia cari itu dirumah. Jadi, jika anda haus akan petualangan. Teruslah kejar apa yang sebenarnya anda inginkan. Bisa jadi itulah yang paling berharga”.

Cold Eyes

1

Hwang Sang Jun & Ha Yoon Ju

Film ini menceritakan tentang pengintaian yang dilakukan oleh team pengintai terhadap para perampok bank. Cerita dimulai dengan scene di dalam sebuah kereta subway yang penuh sesak, berdirilah seorang wanita muda yang memiliki keahlian dalam mengingat semua hal yang dia lihat bernama Ha Yoon Ju dengan mata dan jarinya yang bergerak sambil  terus mengamati dengan ketelitian yang tinggi kepada orang-orang yang berada di sekitarnya dan di antara mereka, seorang pria tua yang tengah tertidur pulas, Hwang Sang Jun  pun menjadi sasaran utama intaiannya yang ternyata adalah seorang ketua tim pengintaian dari salah satu unit di Departemen Tidak Kejahatan Kepolisian Korea. Hwang membiarkan dirinya di intai oleh Yoon Ju karena dia ingin mengetes kemampuan Yoon Ju sebelum direkrut olehnya.

Di hari yang bersamaan dengan Yoon Joo menjalani tes, seorang pria misterius bernama James muncul dan sedang melakukan rencana perampokan disebuah bank. Dia seorang ketua organisasi perampokan. Dia merekrut orang-orang untuk bergabung ke organisasinya tersebut. Dia jugalah yang menyusun semua rencana perampokan, dia sangat ahli dalam memperhitungkan segala sesuatunya sehingga perampokan yang mereka lakukan selalu sukses. James bekerja pada orang misterius yang tidak diketahui identitasnya. Tokoh misterius tersebutlah yang selalu memberikannya tugas perampokan. Hari itu James diberikan tugas untuk merampok sebuah bank yang berlangsung selama tiga menit saja. Tidak hanya digambarkan memiliki otak yang cemerlang, James juga merupakan seorang pembunuh yang efisien dan terlatih. Setelah kejadian perampokan bank tersebut, mereka harus mengungkap kasus perampokan yg dilakukan oleh James dan anak buahnya. Pada awalnya tim khusus mengalami kesulitan karena perampokan dilakukan dengan sangat rapih dan sempurna, akan tetap detektif Hwang menemukan seorang pelaku yang tertangkap kamera, darisana dimulailah peyelidikan lanjutan. Dibawah komando detektif Hwang, tim khusus pengintaian pun bergerak.

Sepanjang film banyak aksi-aksi dan trik yang ditunjukkan tentang bagaimana sebuah pengintaian itu bekerja. Bagi yang suka film detektif-detektifan dan hobinya stalker, boleh banget nonton film ini. Di film ini bener-bener digambarkan bagaimana caranya melakukan pengintaian yang bagus banget. Storyline yang sangat bagus, terstruktur dan detail. Karakterisasi tiap pemain pun sangat kuat, dijamin kamu akan puas dan tidak pernah bosan menonton film yang berdurasi 2 jam ini. Kamu juga kan dibuat ikut deg-degan ketika mereka sedang dalam pengintaian. Pengambilan gambar dan editing yang sangat bagus. Karena adegan pengintaian banyak dilakukan di jalan dan melibatkan banyak pemain sehingga pergantian antara satu pemain ke pemain lainnya sangat cepat.

96

a

Ram dan Janaki.

Saya pribadi tidak  terlalu suka film india karena banyak nyanyi-nyanyi gak jelasnya, dan yang bisa membuat saya suka pada film india jika kualitas ceritanya bagus. Bagi saya pribadi, salah satu tipikal film india itu, kalo nggak bagus banget pasti jelek banget. Biasanya film India yang bagus itu jika ceritanya Relatable dan bersinggungan dengan kejadian nyata sehari-hari, contohnya PK, 3 Idiot, dkk. Termasuk film yang satu ini, judulnya simple banget sih menurutku. 96, ya, hanya angka saja. Saya awalnya binggung dan tertarik dengan judulnya yang simple dan terkesan misterius. Ternyata setelah nonton filmnya bagus dan recommended banget, 8/10 menurut saya. Dan ternyata 96 ini merupakan tahun angkatan kelulusan. Judul yang jenius menurut saya pribadi. Film yang cukup lama durasinya hampir 3 jam, tapi dijamin gak bosenin karena tema ceritanya yang sering bersinggungan dengan kehidupan nyata kita.

Film ini dibuka dengan cerita seorang fotografer freelance bernama Ram yang merangkap sebagai pengajar fotografi juga. Suatu hari dia ingin mengunjungi daerah asalnya semasa kecil terutama sekolahnya saat masih kecil. Ketika dia sampai di sekolah semasa kecilnya, kenangan-kenangan dulu muncul secara perlahan, tentang persahabatan and cinta. Singkat cerita karena Ram rindu dengan sahabat-sahabatnya semasa sekolah dulu dia memutuskan menelfon salah satu temannya semasa sekolah dulu, setelah mereka saling bercerita, singkat cerita akhirnya mereka memutuskan untuk membuat grup whatsapp dan akan mengadakan reuni setelah 22 tahun berpisah. Disanalah awal mulai kilas balik cerita antara Ram dan cinta pertamanya.

Kata orang cinta pertama itu mimpi yang mengukir kenangan, seperti kisah antara Ram dengan seorang wanita bernama Janaki Devi, layaknya cinta monyet sewaktu kecil pada umumnya, bisa di bilang mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Waktu reuni yang telah disepakati tiba, ternyata tidak disangka-sangka banyak yang datang dan hampir semuanya datang, termasuk Janaki, cinta pertamanya Ram. Ram yang mengetahui hal itu tiba-tiba menjadi salah tingkah dan kenangan-kenangan masa lalunya bersama Janki muncul satu per satu. Singkat cerita pertemuan mereka terjadi secara akward, dikarenakan masing-masing dari mereka ternyata masih menyimpan rasa selama ini dan juga karena cinta mereka dulu putus ditengah jalan tanpa kejelasan, jika zaman sekarang mungkin namanya cinta dalam diam. Terus ini film menariknya apa? Menariknya adalah keika flashback dan disana kejujuran-kejujuranpun terungkap satu per satu hanya dalam satu malam.

Ketika berdiskusi waktu reuni, Janaki mengetahui jika ternyata Ram belum menikah, sedangkan Janaki sudah menikah dan mempunyai anak. Ketika ditanya oleh Janaki Ram binggung menjawabnya dan cenderung menghindar. Janaki pun penasaran kenapa Ram belum menikah, disaat itulah kejujuran-kejujuran terungkap satu per satu. Ram memilih untuk tidak menikah karena dia hanya cinta dengan satu wanita selama 22 tahun dan itu Janaki, ketika dia tahu jika ternyata itu ada penyelasan dari diri Janaki karena sudah menikah. Sedangkan Janaki, walaupun dia sudah menikah tapi ternyata cinta dan sayangnya hanya kepada Ram. Aneh bukan? Ya begitulah wanita dan kenyataan realnya terkadang seperti itu, fisik dan hatinya bisa berbeda, walaupun sudah menikah. Endingnya bagaimana? Silahkan dilihat saja ya. Saya pribadi seperti bercermin ketika melihat film ini, karena saya pernah mengalaminya dan posisi saya saat ini seperti Ram. Ngenes? Tenang, saya sudah ikhlas kok. Cuman lucu aja kalo diinget-inget sekarang. Film ini menarik dan layak untuk ditonton, selain kisahnya yang menurut saya sering terjadi di kehidupan nyata, alurnya pun rapih dan menarik.

Mantan memang alumni hati yang suatu saat akan reuni kembali tapi ingat, reuni itu cuma untuk bertemu kembali bukan untuk bersama kembali. Teruntuk seseorang disana, karena aku sayang kamu. Aku harus melihat kamu bahagia. Meskipun kamu bahagianya sama orang lain, bukan sama aku. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Disini ada hati yang selalu dengan tulus menyayangi kamu.