SEPUCUK SURAT DARI PEPO DAN MEMO UNTUK MBA KHANZA 30 TAHUN YANG AKAN DATANG

Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku. Suatu ketika aku mungkin memecahkan piring atau menumpahkan makanan di atas meja karena penglihatanku berkurang, aku berharap kamu tidak memarahiku. Orangtua itu sensitif, selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.

Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak dapat mendengar apa yang kamu katakan, aku berharap kamu tidak memanggilku tuli. Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.

Maaf anakku, aku semakin renta.

Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran kesabaran untuk membantuku bagun, seperti bagaimana aku selalu membantumu saat kau kecil untuk belajar berjalan.

Aku mohon jangan bosan denganku ketika aku terus mengulangi apa yang aku katakan seperti kaset rusak, aku harap kamu terus mendengarkanku, tolong jangan mengejek atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu masih ingat ketika kecil, kamu menginginkan sesuatu kamu mengulangi berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Maafkan juga bauku tercium seperti orang yang sudah tua. Tubuhku lemah. Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. Aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu. Aku harap kamu bisa bersabar denganku ketika aku selalu rewel. Ini semua merupakan bagian dari menjadi tua. Kamu akan mengerti ketika nanti kamu tua.

Ketika kamu memiliki waktu luang, aku berharap kita bisa berbicara meski hanya beberapa menit. Aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak bicara. Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaanmu. Namun, jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu. Apakah kamu masih ingat waktu kecil? Aku selalu mendengarkan apa pun yang kamu ceritakan tentang mainanmu itu.

Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa terbaring sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku. Ketika waktu kematianku datang, aku berharap kamu memehang tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapinya. Jangan khawatir, ketika aku bertemu dengan Allah, aku akan berbisik kepada-Nya ahar selalu memberikan keberkahan bagimu.

Pepo memo dan mba khanza

Terimakasih atas segala perhatianmu, Nak. Aku mencintaimu dengan kasih sayang yang berlimpah.

Masuk Surga Sekeluarga

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, anak bisa mengangkat derajat kita di akhirat kelak. Jika kedudukan orang tua lebih rendah di akhirat kelak, anak bisa mengangkat derajat orang tua tersebut. Bisa kita renungkan dan lihat fakta kehidupan di dunia, dimana anak bisa mengangkat derajat orang tua, begitupun di akhirat kelak. Oleh karena itu wahai orang tua, jangan sia-siakan pendidikan agama anak-anak kita. Ajarkan mereka dasar-dasar ilmu agama, beri mereka pendidikan terbaik dan masukkan ke sekolah terbaik. Mereka adalah “tabungan” terbaik kita untuk akhirat. Anak-anak dan cucu kita adalah amal jariyah kita hingga hari kiamat jika kita mendidik mereka dengan baik. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “ketika seorang manusia meninggal, maka putuslah amalannya darinya kecuali dari 3 hal, yaitu sedekah (amal) jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendoakannya. (HR.Muslim)

                Sahabat sekalian yang dirahmati Allah SWT, saya tekankan sekali lagi agar kita benar-benar memperhatikan pendidikan agama dan kasih sayang anak-anak kita. Renungkanlah hal berikut:

Yang menyayangimu sejatinya orang tua, saudara, istri/suami dan anak-anakmu. Merekalah pahit-manis berbagi yang semua saling tulus mendoakan. Jika kau renungkan umur orangtua tidaklah lebih panjang darimu. Saudaramu bisa jadi tersibukkan oleh keluarganya. Pasanganmu bisa jadi nyawanya mendahuluimu, terlebih ia menikah lagi. Tersisalah anak-anakmu dalam gelapnya kubur, penantian panjang hari kebangkitan. Harapanmu, harta dan kesuksesan anakmu atauah doa mereka? Didiklah, perbanyaklah, dan berdoalah anak-anak yang shalih, bermanfaat bagi manusia dan berakhlak.

Pernahkah kamu mendengar kisah orang yang terheran-heran di akhirat? Terheran darimana datangnya kedudukan yang tinggi diakhirat kelak, padahal ia sadar di dunia amalnya tidaklah banyak. Kemudian, datanglah jawaban, karena istighfar anak-anakmu. Sebagaimana sabda rasulullah SAW, “Sesungguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga lalu dia pun bertanya, ‘Darimana ini? Dijawab karena istighfar anakmu untukmu’ (Sunan ibnu Majah no. 3660).

                Namun, jangan lupa, mungkin selama ini kita hanya mengetahui anak bisa mengangkat derajat orang tua kelak di akhirat. Ternyata orang tua pun bisa mengangkat derajat anaknya di akhirat kelak. Ini aalah anugrah dari Allah SWT, agar kaum muslimin berkumpul bersama keluarganya di surga kelak. Anak dan rang tua saling mengangkat derajat di akhirat kelak agar mereka berkumpul pada derajat yang sama dan berbahagia selamanya. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab tafsir ibnu katisr yang menjelaskan bahwa amal kedua orang tua bisa berpengaruh kepada anak-anaknya dalam artian “kesalihan orang tua bisa berpengaruh pada keshalihan anak-anaknya”. Ini adalah motivasi bagi kita para orang tua, agar orang tua juga bersemangat beramal shalih dan memperbaiki diri. Orang tua bisa mengangkat derajat anak-anak dan cucu mereka di surga kelak. Orang tua bisa berkumpul dengan anak dan cucu mereka bersama di surga dengan derajat yang sama.        

5 Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi di Indonesia (Versi Saya)

Kemajuan teknologi yang semakin canggih memunculkan kekhawatiran tersendiri jika tidak dibarengi dengan tingkat literasi yang baik. Tingkat literasi suatu bangsa biasanya berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusianya. Masalah-masalah dari lemahnya literasi tersebut sering kita temukan di era digital ini. Diantaranya mudah terjerumus hoaks, membaca sebuah wacana dari judulnya saja, serta mudah menarik simpulan yang salah dan terburu-buru, Sementara itu, masih rendahnya tingkat literasi di Indonesia perlu disikapi secara serius oleh kita dengan berbagai cara, salah satunya dengan mendongkrak minat baca orang-orang. Jika saya telusuri lebih jauh ternyata terdapat 5 akar permasalahan dari rendahnya kemampaun literasi di Indonesia, berikut lebih jelasnya.

1. Memahami literasi hanya sebatas kemampuan membaca.

Pada dasarnya literasi berkaitan dengan kemampuan berfikir dan memproses informasi. Dengan demikian kemampuan literasi bukan hanya keterampilan membaca, apalagi mengeja. seseorang dengan tingkat literasi tinggi biasanya mempunyai kemampuan penalaran dan pemecahan masalah dalam berbagai bidang, termasuk sains, numerasi, dan finansial

2. Belajar untuk membaca, tidak membaca untuk belajar.

Belajar untuk membaca berkaitan dengan kemampuan bahasa dalam mengenal huruf, mengeja, dan memahami instruksi yang cenderung lebih sederhana dan harus dikuasai ditingkat dasar dalam waktu singkat. Sementara itu membaca untuk belajar adalah kemampuan lintas disiplin yang menempatkan membaca sebagai alat untuk memahami dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dalam literasi sesungguhnya membaca bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk tujuan belajar yang lebih besar.

3. Aktif membaca, tetapi tidak membaca aktif.

Membaca banyak tulisan tidak secara otomatis meningkatkan kemampuan literasi. Bahkan terkadang menurunkan minat membaca. kunci keberhasilan dalam aktivitas membaca adalah membaca secara aktif, maksudnya adalah mampu memprediksi isi bacaan atau berempati dengan latar belakang penulis sebelum membaca, mempertanyakan argumen, mengidentifikasi karakter selama membaca, menyimpulkan, serta mengaplikasikan hal yang relevan dalam kehidupan sesudah membaca.

4. Lupa menghubungkan kemampuan menulis dengan kemampuan membaca.

Salah satu cara paling efektif dalam meningkatkan kemampuan sebagai penulis adalah mempelajari bacaan berkualitas. Makin beragam jenis genre dan format bacaan yang di eksplorasi pada akhirnya akan meningkatkan dua kemahiran sekaligus, yakni membaca dan menulis.

5. tidak memahami bahwa membaca bukan bawaan lahir, melainkan potensi yang dapat dikembangkan.

Tidak ada anak yang terlahir dengan kecenderungan tidak suka membaca. Literasi berkaitan dengan banyak hal, misalnya berlatih untuk menjadi kreatif dan kritis serta memahami berbagai perspektif. Sebagaimana semua proses belajar, keberhasilan bukan hanya bergantung pada internal setiap individu, melainkan juga ditentukan oleh dukungan lingkungan.

Perbedaan Sugar Glider Jantan dan Betina

Apa perbedaan sugar glider jantan dan betina? pertanyaan itu sering sekali dilontarkan oleh para pemula. Tapi bagi kami, hal itu sangatlah wajar, sebab selain mereka baru mengenal dan memelihara binatang ini, bentuk kelamin sugar glider juga tidak terlalu menonjol sebagaimana binatang peliharaan lainnya seperti kucing, anjing atau sapi, apalagi untuk sugar glider yang masih joey atau anakan bayi kecil. Membedakan sugar glider jantan atau betina dapat ditinjau dari dua sisi, sisi yang pertama adalah perbedaan bentuk fisik tubuh antara SG jantan dengan betina kemudian yang kedua ditinjau dari sifat atau karakternya masing-masing.

Perbedaan Fisik dan Tubuh Sugar Glider Jantan dan Betina

Membedakan bentuk fisik sugar glider ini sangat lah mudah, untuk sugar glider jantan memiliki “ball” (skrotum) alias buah dzakar di bawah perut, sedangkam untuk sugar glider betina ditandai dengan adanya kantong seperti kanguru pas di perutnya. Kantong tersebut berguna untuk merawat anaknya yang baru lahir. Anak sugar glider akan berada di dalam kantong kurang lebih 2 bulan dan masa itu disebut dengan IP (in pouch) jika sudah keluar disebut OOP (out of pouch).

Lalu perbedaan berikutnya ada pada kepala si jantan, dimana sugar glider jantan yang berumur 4-5 bulan akan mulai mengalami perubahan pada fisiknya, terutama di bagian kepala yang membotak (menjadi botak), jika semakin tua maka akan semakin terlihat jelas. Selain itu, di usia ini si sugar glider jantan juga akan mengeluarkan celah kelenjar yang bau di bagian leher yang berguna untuk menandakan wilayah kekuasaannya. Sedangkan sg betina tidak mengalami perubahan fisik tubuh.

Perbedaan Karakter Sugar Glider Jantan dan Betina

Perbedaan karakter jantan dan betina akan terlihat jika si betina sedang hamil, atau melahirkan anaknya sedangkan si jantan ketika dia sedang birahi atau pingin kawin. Biasanya sugar glider betina yang sedang memasuki masa-masa hamil atau melahirkan dia menjadi lebih galak, meskipun sebelumnya si betina sudah jinak atau bonding. Maka harap dimaklumi dan kamu tidak perlu khawatir dengan keadaannya. Tetaplah dirawat seperti biasanya, jika anaknya sudah besar Insyaallah akan kembali jinak atau bonding lagi denganmu. Begitu juga dengan si jantan yang sedang birahi, dia lebih galak. Itulah cara membedakan sugar glider jantan dengan betina, yang mudah dipahami bagi pemula atau cara yang paling mudah adalah dengan menanyakannya langsung kepada si pemilik sugar glider sebelumnya jika kamu membeli nya dari peternak.

Islam Zaman Now

Kalo ada istilah “islam garis keras” berarti harusnya ada “islam garis letoy” kamu termasuk islam garis apa? “apa sih salahnya pemimpin non-islam? Toh kerjanya oke kan?”; “jarang sholat sih, tapi tetep baik keorang-orang kok”; “gapapalah riba sedikit, yang penting tetep sedekah”; dan masih banyak yang lainnya. Pasti kita sering denger aturan agama dilobi-lobi? Aturan dinegosiasi? Berasa lebih pintar dari Tuhan kali ya sampai berani seperti itu. Ironisnya citra buat segolongan orang yang berussaha berislam secara sempurna amat buruk. Seperti, islam garis keras, fundamentalis, radikalis, militan, dan hal-hal yang terkesan menyeramkan lainnya. Ketika kita punya fikiran untuk melobi-lobi aturan agama yang sudah jelas berarti kita harus berteleportasi ke dua abad yang lalu. Siap? Here we go!

Ketika itu abad ke-19, dinasti islam, Ottoman masih berada di puncak kejayaannya sejak 300 tahun yang lalu. Sebuah imperium impian seluruh dunia. Namun, hukum di bumi tetap berlaku. Jika ada seseorang yang menduduki posisi tertinggi, maka sekelilingnya selalu mencari beribu cara untuk menjatuhkannya. Beratus ratus tahun Eropa mendelik dengan sinis pada sultan Ottoman yang berkuasa. Kesal sudah dipermalukan beratus tahun saat perang salib. Mereka lalu merumuskan beribu strategi tanpa mengenal putus asa. Gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Begitu seterusnya selama ratusan tahun, hingga tahun 1882 mereka akhirnya menemukan rumus untuk menghancurkan islam. “selama kaum muslim menanamkan Al-Qur’an dalam hati mereka, kita tidak bisa mengalahkan mereka. Kita harus mengambil dan menjauhkan Al-Qur’an dari mereka. Buat mereka kehilangan rassa cinta kepada Al-Qur’an” ujar Perdana Menteri Inggris saat itu, William Ewart Gladstone namanya. Kemudian mulailah wabah sekuler menyebar dan menjangkiti umat Islam. Agama dikerdilkan hanya sebatas urusan masjid dan beribadah. “pendidikan, ekonomi, politik, sosial? Kami punya ilmu yang lebih hebat untuk itu,” ujar para pelajar selepas pulang dari negeri barat.

Strategi pertama dijalankan.

Pada tahun 1915, dua orang negosiator ulung bernama Sir Mark Skyes dari inggris dan Farancois Georges Picot dari Perancis sukses membuat daerah kekuasan islam di zaman Ottoman kala itu dibagi-bagi kepada musuh-musuh islam. Dimana Yerusalem akan menjadi wilayah internasional, hal tersebut cukup adil bagi ketiga Imperium yang berjuang selama 70 tahun untuk menguasainya.

Strategi kedua.

Dua tahun kemudian, menlu Inggris koar-koar mendukung pendirian negara Yahudi di Palestina, dengan dalih tetap menghormati hak-hak beragama non Yahudi. Inilah titik baliknya, terjadilah imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina. Setelah itu beribu lobi dan negosiasi aturan agama dilakukan, persis seperti hari ini bukan? Apa yang terjadi? Palestina akhirnya resmi terjajah pada 1948. Negara Israel berdiri. Hari ini sudah 73 tahun berlalu, Palestina belum juga mampu merdeka.

Walau terlihat seru, ini bukan kisah fiksi. Ini sungguh terjadi. Dan penyebabnya adalah “islam garis letoy” dimana hukum-hukum dan aturan yang sudah jelas terdapat di Al-Qur’an mulai di lobi-lobi sedikit demi sedikit. Islam garis letoy tidak main-main. Maka ayo kita ganti ungkapan islam garis keras, radikal, militan, atau lainnya yang berkesan negatif menjadi mereka yang berusaha menjaga kecintaan Al-Qur’an dalam hatinya, mereka yang mencintai Allah dan Rasulnya, mereka yang berusaha berislam secara sempurna.Walau terlihat seru, ini bukan kisah fiksi. Ini sungguh terjadi. Dan penyebabnya adalah “islam garis letoy” dimana hukum-hukum dan aturan yang sudah jelas terdapat di Al-Qur’an mulai di lobi-lobi sedikit demi sedikit. Islam garis letoy tidak main-main. Maka ayo kita ganti ungkapan islam garis keras, radikal, militan, atau lainnya yang berkesan negatif menjadi mereka yang berusaha menjaga kecintaan Al-Qur’an dalam hatinya, mereka yang mencintai Allah dan Rasulnya, mereka yang berusaha berislam secara sempurna.